Pemukim Ilegal Israel Serbu Masjid Al Aqsa, Begini Tanggapan Deplu AS
WASHINGTON, investortrust.id – Ratusan warga Israel radikal menyerbu kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur. Departemen Luar Negeri AS menegaskan, tindakan itu ‘tidak dapat diterima’
Baca Juga
Israel Tuai Kecaman Setelah Pemboman di Sekolah, Tewaskan Lebih dari 100 Orang
"Biarkan saya mengatakan dengan jelas bahwa Amerika Serikat dengan tegas mendukung pelestarian status quo historis terkait situs-situs suci di Yerusalem," kata Wakil Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS Vedant Patel kepada wartawan.
"Tindakan sepihak seperti ini yang membahayakan status quo tersebut adalah tidak dapat diterima," kata Patel, dikutip dari Antara Rabu (14/8/2024).
Pernyataan itu disampaikan setelah pemukim ilegal Israel serta Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Itamar Ben-Gvir, menteri dari partai Otzma Yehudit Yitzhak Wasserlauf dan anggota Knesset dari Partai Likud Amit Halevi menyerbu kompleks Masjid Al Aqsa, Selasa (13/8/2024). Hal itu dilakukan untuk memperingati Tisha B'Av, hari puasa tahunan Yahudi yang menandai terjadinya beberapa bencana dalam sejarah Yahudi.
"Dan tidak hanya itu yang tidak dapat diterima, tetapi juga mengalihkan perhatian dari apa yang kami anggap sebagai waktu yang krusial saat kami bekerja untuk menyelesaikan kesepakatan gencatan senjata ini," katanya.
"(Tindakan) Itu mengalihkan perhatian dari tujuan yang telah kami nyatakan untuk wilayah tersebut, yaitu solusi dua negara, negara Palestina dan negara Israel yang berdampingan, hidup dengan martabat dan harmoni," kata Patel.
Baca Juga
AS dan 6 Menteri Arab Bahas ‘Solusi Dua Negara’ Konflik Palestina-Israel

