Cadangan Valas China Ambyar, Tinggal US$3.219 Triliun
JAKARTA, Investortrust.id – Cadangan devisa valuta asing China pada Januari 2024 dilaporkan turun diluar perkiraan. Data resmi yang dilansir Rabu (7/2/2024) menunjukkan penurunan cadangan valas China menyusul perkasanya nilai tukar dolar AS dibanding mata uang utama lainnya.
Cadangan valas China yang sejatinya merupakan terbesar di dunia turun sebesar US$18,66 miliar atau setara Rp290,736 triliun. Pada Januari cadangan devisa valas China tercatat tinggal US$3.219 triliun atau setara dengan Rp50.162,4 triliun.
Reuters sendiri dalam sebuah hasil polling para analis menyebut bahwa cadangan devisa valas China pada Januari sebesar US$3.217 triliun. Sementara pada Desember tercatat masih sebesar US$3.238 triliun.
Nilai mata uang yuan turun 1% terhadap dolar AS pada Januari 2024, sementara dolar AS pada periode yang sama naik rerata 2,2% terhadap semua mata uang utama.
China masih menyimpan cadangan emas sebesar 72,19 juta troy ounces pada akhir Januari 2024, naik dari 71,87 juta troy ounces pada akhir 2023.
Nilai cadangan emas China pada Januari tahun ini berada di angka US$148,23 miliar atau setara dengan Rp2.310,768 triliun. Tak berubah dari posisi bulan sebelumnya.

