Stok AS Berkurang, Harga Minyak Rebound
NEW YORK, investortrust.id - Minyak mentah berjangka AS rebound pada Rabu (24/7/2024), mematahkan penurunan tiga hari berturut-turut. Stok berkurang, permintaan bensin meningkat, dan kebakaran hutan di Kanada meningkatkan risiko gangguan pasokan.
Baca Juga
Stok minyak mentah AS turun 3,7 juta barel dan persediaan bensin turun 5,6 juta barel untuk pekan yang berakhir 19 Juli, menurut Badan Informasi Energi. Bensin yang dipasok ke pasar, yang mewakili permintaan, meningkat sebesar 673.000 barel per hari.
Berikut harga energi penutupan hari Rabu, dikutip dari CNBC:
• Kontrak West Texas Intermediate September: $77,59 per barel, naik 63 sen, atau 0,82%. Sampai saat ini (ytd/year to date), minyak mentah AS telah naik 8,3%.
• Kontrak Brent September: $81,71 per barel, naik 70 sen, atau 0,86%. Sampai saat ini, patokan global berada di atas 6%.
• Kontrak RBOB Gasoline bulan Agustus: $2,45 per galon, naik 3 sen atau 1,55%. Bensin naik 16,6% ytd.
• Kontrak Gas Alam bulan Agustus: $2,11 per seribu kaki kubik, turun 7 sen atau 3,2%. Gas turun 15,8% ytd.
Sementara itu, kebakaran hutan terus berkobar di Alberta. Meskipun produksi minyak di Kanada tetap solid, musim kebakaran terburuk masih akan terjadi dan dapat menimbulkan risiko terhadap pasokan, menurut catatan Goldman Sachs pada hari Selasa.
Minyak mentah AS turun hampir 2% pada hari Selasa. Penurunan terjadi di tengah harapan baru bahwa perundingan gencatan senjata di Gaza dapat meredakan ketegangan di Timur Tengah.
Baca Juga
Harapan Baru Gencatan Senjata di Gaza, Harga Minyak Terpangkas Lebih dari US$2

