Harga Minyak Cenderung ‘Flat’, tapi WTI Sudah Naik 15,6% Ytd
NEW YORK, investortrust.id – Harga minyak mentah cenderung ‘flat’. Tapi, bila dilihat pergerakan dari awal tahun, sudah terjadi kenaikan cukup signifikan. Minyak Brent naik 10,5 $ ytd, sedangkan WTI meningkat 15,6% ytd.
Baca Juga
Minyak berjangka AS pada hari Kamis mempertahankan kenaikannya setelah melonjak 2,6% di sesi sebelumnya. Persediaan minyak mentah turun untuk minggu ketiga berturut-turut.
Persediaan minyak mentah komersial AS turun 4,9 juta barel pada pekan lalu, meskipun stok bensin naik 3,3 juta barel dan permintaan bahan bakar kendaraan melemah 615.000 barel per hari.
Berikut harga energi penutupan hari Kamis:
• Kontrak West Texas Intermediate Agustus: $82,82 per barel, turun 3 sen. Sampai saat ini (ytd/year to date), minyak mentah AS telah naik 15,6%.
• Kontrak Brent September: $85,11 per barel, naik 3 sen. Sampai saat ini, patokan global berada di atas 10,5%.
• Kontrak RBOB Gasoline bulan Agustus: $2,51 per galon, naik 1 sen, atau 0,6%. Sampai saat ini, bensin naik 19,7%.
• Kontrak Gas Alam bulan Agustus: $2,12 per seribu kaki kubik, naik 9 sen atau 4,42%. Gas turun 15,4% ytd.
Turunnya persediaan minyak, ketegangan geopolitik di Timur Tengah, permintaan musiman dan ekspektasi suku bunga yang lebih rendah semuanya terjadi bersamaan sehingga mendorong harga minyak lebih tinggi dalam beberapa pekan terakhir, Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities, mengatakan kepada kliennya dalam sebuah catatan pada Rabu malam, seperti dikutip CNBC.
“Namun, kami tidak memperkirakan reli saat ini akan berkelanjutan,” kata Melek. West Texas Intermediate dan Brent diperkirakan turun masing-masing menjadi $78 per barel dan $82 per barel, pada awal tahun 2025 karena pasar memasuki surplus dan ketegangan geopolitik mereda, katanya.
Namun pasar akan bergejolak karena badai, ketidakpastian di Timur Tengah, kebijakan di Tiongkok, dan pernyataan dari OPEC. Menurut Melek, semuanya berpotensi menggerakkan harga.
Baca Juga
Pasar Cerna Dampak Badai Beryl, Harga Minyak Mentah AS Turun 1%

