Geopolitik Memanas, Pengeluaran Militer Global Capai Rekor Tertinggi pada 2023
JAKARTA, investortrust.id - Total pengeluaran militer global mencapai $2443 miliar pada tahun 2023, meningkat sebesar 6,8 persen secara riil dari tahun 2022.
Baca Juga
Konflik Israel-Iran: Perang Habis-Habisan atau Hanya Saling Gertak
Ini merupakan peningkatan paling tajam dari tahun ke tahun sejak tahun 2009.
Angka tersebut merupakan data terbaru yang dirilis lembaga internasional Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), Senin (22/04/2024).
Perang dan geopolitik yang memanas memicu peningkatan pengeluaran militer di seluruh dunia. Kawasan dengan pengeluaran terbesar adalah Eropa, Timur Tengah dan Asia.
Amerika Serikat (AS), China, Rusia, India, dan Arab Saudi menjadi negara dengan pembelanjaan terbesar. SIPRI juga merinci bahwa berlanjutnya perang di Ukraina menyebabkan peningkatan pengeluaran oleh Ukraina, Rusia, dan seluruh negara Eropa.
Sedangkan, di Amerika Tengah dan Karibia, peningkatan belanja justru didorong oleh upaya lain, seperti memerangi kejahatan terorganisir. Misalnya, Republik Dominika menaikkan belanja negara sebesar 14% sebagai respons terhadap memburuknya kekerasan geng di negara tetangga, Haiti.
Afrika juga mengalami pembengkakan anggaran militer. Republik Demokratik Kongo meningkatkan pengeluarannya lebih dari dua kali lipat menjadi US$ 794 juta (Rp 1,2 triliun), persentase peningkatan terbesar dibandingkan negara mana pun, seiring meningkatnya ketegangan dengan negara tetangganya Rwanda.
SIPRI menyatakan bahwa Amerika Serikat menjadi negara dengan pengeluaran militer terbesar pada 2023, dengan pengeluaran sebesar 916 miliar dolar AS (Rp14,87 kuadriliun) atau 37 persen dari pengeluaran militer semua negara di dunia.
Di bawah Amerika Serikat, China menjadi negara dengan pengeluaran militer terbesar kedua dengan pengeluaran sebesar 296 miliar dolar AS (Rp4,8 kuadriliun), atau 12 persen dari pengeluaran militer global.
Negara dengan pengeluaran militer terbesar ketiga adalah Rusia, yang menghabiskan 109 miliar dolar AS (Rp1,77 kuadriliun), atau 4,5 persen dari pengeluaran militer global. Belanja militer Rusia tahun 2023 naik 24 persen dibanding pengeluarannya tahun 2022.
Lembaga itu juga mencatat kenaikan pengeluaran militer sebesar 9 persen di negara-negara Timur Tengah, khususnya Israel yang kini masih melanjutkan agresi miiternya di Jalur Gaza.
Israel menghabiskan 27,5 miliar dolar AS (Rp4,46 kuadriliun) untuk pengeluaran militernya pada 2023, naik sebesar 24 persen dari tahun sebelumnya.
Dengan perang di Ukraina yang masih belum berakhir, konflik Israel-Hamas, Kawasan Timur Tengah yang memanas dan meningkatnya ketegangan di Asia, diperkirakan negara-negara akan terus meningkatkan kekuatan militer mereka.
Baca Juga
Ukraina Ikut Bikin Aksi Balas, Serang Pembangkit Listrik Rusia

