NATO Waspadai Kedekatan Hubungan China dengan Rusia
JAKARTA, investortrust.id - Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO/North Atlantic Treaty Organization) mewaspadai kedekatan hubungan China dengan Rusia dan meminta negara Tirai Bambu itu untuk menghentikan dukungan kepada Rusia terkait perang Rusia-Ukraina.
Baca Juga
Hadapi Serangan Rusia, Biden Sebut Sekutu NATO Beri Pertahanan Udara ke Ukraina
Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menyatakan aliansi itu mengirimkan sebuah pesan yang kuat kepada China terkait dengan kerja sama negari Panda itu dengan Rusia.
"Deklarasi yang kami setujui hari ini adalah pesan terkuat yang pernah dikirimkan oleh sekutu NATO tentang kontribusi China terhadap perang ilegal Rusia melawan Ukraina, sehingga itu merupakan pesan yang kuat," kata Stoltenberg dalam konferensi pers setelah hari pertama KTT NATO di Washington, seperti dikutip Antara.
Deklarasi KTT Washington secara khusus meminta China "untuk menghentikan semua dukungan material dan politik terhadap upaya perang Rusia," yang diduga termasuk "transfer material penggunaan ganda, seperti komponen senjata, peralatan, dan bahan mentah yang menjadi input bagi sektor pertahanan Rusia."
Amerika Serikat telah lama menduga bahwa perusahaan-perusahaan China telah memberikan dukungan militer kepada Rusia, suatu klaim yang telah dibantah oleh kedua negara.
China mengatakan bahwa pihaknya adalah pihak yang netral dalam konflik Ukraina dan menekankan bahwa China tidak memanfaatkan konflik tersebut untuk menjual senjata kepada pihak mana pun.
Rusia telah melakukan operasi militer khusus di Ukraina sejak 24 Februari 2022.
Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk "melindungi orang-orang yang menjadi sasaran genosida oleh rezim Kiev selama delapan tahun dan tujuan akhir dari operasi tersebut adalah untuk membebaskan Donbas dan menciptakan kondisi yang menjamin keamanan Rusia.
Konferensi tingkat tinggi (KTT) NATO berlangsung di ibukota AS, Washington D.C. sejak 9 Juli hingga 11 Juli 2024.
Baca Juga
Kegiatan Militer Meningkat di Perbatasan, Rusia Ingatkan NATO

