Makin Brutal, 22 Tewas Saat Israel Serang Kantor ICRC dan Tenda Pengungsi di Gaza
JAKARTA, Investortrust.id ― Komite Palang Merah Internasional (ICRC) menyebut 22 orang tewas dalam penembakan artileri yang merusak kantornya di Gaza, Jumat (21/6/2024), ketika tentara Israel meningkatkan serangannya di Gaza yang terkepung.
Sementar aitu baku tembak di perbatasan antara Lebanon dan Israel dengan kelompok militan Hizbullah yang didukung Iran juga meningkat dalam beberapa pekan terakhir, meningkatkan kekhawatiran akan perang yang lebih luas.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres sempat mengatakan bahwa permusuhan lintas batas tidak boleh mengubah Lebanon menjadi “Gaza lain”, dan memperingatkan risiko memicu bencana “di luar yang pernah dibayangkan”.
Peringatan Guterres datang ketika Israel meningkatkan serangannya di Jalur Gaza, di mana satu rumah sakit di Gaza melaporkan sedikitnya 30 orang tewas akibat serangan.
Baca Juga
PBB Ingatkan Israel dan Hizbullah Soal Konflik yang Bisa Meluas
Lebih jauh ke selatan, ICRC mengatakan 22 jenazah dan 45 orang terluka dibawa ke rumah sakit lapangan Palang Merah setelah penembakan dengan “proyektil kaliber berat” di dekat kantornya di Gaza, yang dikelilingi oleh tenda-tenda pengungsi.
“Penembakan yang sangat dekat dengan bangunan kemanusiaan membahayakan nyawa warga sipil dan pekerja kemanusiaan,” kata ICRC melalui platform media sosial X seperti dilansir AFP, Sabtu (22/6/2024).
Dalam kesempatan yang sama Kementerian Kesehatan di wilayah yang dikuasai Hamas menyalahkan Israel atas serangan tersebut, dengan mengatakan ada 25 orang tewas dan 50 orang terluka di daerah Al-Mawasi dekat kantor ICRC, tidak jauh dari Rafah.
Sedangkan Juru bicara Angkatan Pertahanan Israel sendiri tidak mengakui adanya peran apa pun dalam insiden tersebut, namun mengatakan insiden tersebut “sedang ditinjau”.
Di bagian utara Jalur Gaza, direktur rumah sakit Al-Ahli di Kota Gaza, seperti dikutip oleh kementerian kesehatan wilayah tersebut, melaporkan 30 orang tewas dalam serangan tersebut.
“Ini adalah hari yang sulit dan brutal di Kota Gaza. Sejauh ini, sekitar 30 orang syahid dan (jenazahnya) tiba di Rumah Sakit Arab Al-Ahli,” kata dokter Fadel Naeem seperti dikutip AFP.
Baca Juga
Sampaikan Pesan Iduladha ke Umat Muslim, Joe Biden Soroti Penderitaan Warga Sipil di Gaza
Juru bicara Badan Pertahanan Sipil Mahmud Basal mengatakan, lima pekerja kota tewas ketika sebuah garasi di kota itu dibom.
Sementara itu Militer Israel melaporkan pihaknya telah menggelar operasi pada hari Jumat di utara dan selatan Koridor Jalur Gaza Tengah. Operasi di sekitar Gaza ini bertepatan dengan meningkatnya permusuhan di sepanjang perbatasan Lebanon.
Sekutu Hamas yang berbasis di Lebanon, Hizbullah, mengatakan pihaknya telah menembakkan puluhan roket ke sebuah barak di Israel utara pada hari Kamis sebagai pembalasan atas serangan udara mematikan di Lebanon selatan yang telah menewaskan tokoh Hizbullah.
Hizbullah juga mengklaim sejumlah serangan terhadap pasukan dan posisi Israel di dekat perbatasan pada hari Jumat, termasuk dua serangan yang menggunakan drone. Di sisi lain tentara Israel mengatakan telah melakukan beberapa serangan balasan pada kedua hari tersebut.
Jet Israel pada Jumat (21/6/2024) menyerang “struktur militer Hizbullah di daerah Khiam, sebuah pos militer Hizbullah di daerah Meiss El Jabal, dan infrastruktur teroris Hizbullah di daerah Taybeh dan Tallouseh di Lebanon selatan”, demikian pernyataan militer Israel dalam yang dikutip Sabtu (22/6/2024).
Di tengah meningkatnya konflik antara Israel dan Hizbullah, militer Israel mengatakan pada Selasa pekan ini bahwa rencana serangan di Lebanon telah “disetujui dan divalidasi”.
Sementara itu pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah mengatakan “tidak ada tempat” di Israel yang “akan terhindar dari serangan roket kami” dalam perang yang lebih luas, dan juga mengancam negara tetangga Uni Eropa, Siprus.

