PBB Ingatkan Israel dan Hizbullah Soal Konflik yang Bisa Meluas
JAKARTA, Investortrust.id - Setelah berbulan-bulan meningkatnya kekerasan di sepanjang perbatasan utara Israel dengan Lebanon, Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa risiko meluasnya konflik di Timur Tengah adalah nyata dan harus dihindari.
Berbicara kepada wartawan di New York Sekretaris Jenderal António Guterres, mengatakan bahwa “satu tindakan gegabah” oleh Israel atau kelompok pejuang Lebanon Hizbullah dukungan Iran yang menargetkan Israel dapat memicu bencana yang melampaui batas negara.
“(Konflik ini bisa menjadi) bencana yang melampaui batas negara dan, sejujurnya, melampaui imajinasi,” kata Guterres Jumat (21/6/2024) seperti dilansir Miami Herald.
Para pemimpin dunia sejatinya telah berusaha selama berbulan-bulan untuk meredakan ketegangan antara Israel dan Hizbullah, untuk mencegah perang besar-besaran. Namun alih-alih meredam konflik, serangan balik di seluruh perbatasan justru menjadi lebih intens. Dan retorika para pemimpin di kedua belah pihak semakin menggambarkan sikap bermusuhan dalam beberapa hari terakhir.
Baca Juga
Hal ini mendorong Guterres untuk mengungkapkan apa yang disebutnya “keprihatinan mendalam” bahwa semua perang akan meletus.
“Banyak nyawa telah hilang, puluhan ribu orang mengungsi dan rumah serta mata pencaharian hancur,” kata Guterres. “Masyarakat di kawasan ini dan masyarakat di dunia tidak mampu membiarkan Lebanon menjadi bagian dari Gaza,” imbuhnya.
Sejak Hizbullah memulai baku tembak dengan pasukan Israel pascaserangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober, lebih dari 100 warga sipil di Israel dan Lebanon telah terbunuh, dan lebih dari 150.000 orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka.
Saling serang telah memicu kebakaran hutan di kedua sisi perbatasan. Militer Israel mengatakan dalam pernyataannya pada hari Jumat bahwa mereka “berhasil mencegat objek terbang yang mencurigakan yang melintasi wilayah Lebanon” dan bahwa “sejumlah peluncuran diidentifikasi melintasi dari Lebanon ke beberapa wilayah di Israel utara.”
Militer Israel mengatakan bahwa pihaknya telah membalas dengan tembakan artileri di Lebanon selatan pada hari Jumat dan serangan pesawat terhadap “sasaran teror” di empat wilayah, termasuk struktur militer Hizbullah. “Sepanjang malam jet tempur Israel telah menyerang infrastruktur teroris Hizbullah,” kata Israel Katz, Menteri Luar Negeri Israel dalam sebuah postingan di media sosial pada hari Jumat.
Ia juga menyebutkan bahwa “Israel tidak dapat membiarkan organisasi teror Hizbullah terus menyerang wilayah dan warganya, dan kami akan segera mengambil langkah yang diperlukan.”

