Yield Obligasi AS Terus Menurun Seiring Melemahnya PasarTenaga Kerja
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil Treasury AS tergelincir pada hari Selasa (4/06/2024) karena investor mempertimbangkan data ekonomi terbaru dan dampaknya bagi perekonomian.
Baca Juga
Yield Obligasi Pemerintah AS Anjlok Dipicu Kontraksi Sektor Manufaktur
Mengutip CNBC, imbal hasil Treasury 10-tahun turun 6 basis poin menjadi 4,334%. Imbal hasil Treasury 2 tahun turun 3,5 basis poin menjadi 4,78%.
Data ketenagakerjaan dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan 8,059 juta lowongan di bulan April, dibandingkan dengan perkiraan yang memperkirakan 8,4 juta dari Dow Jones, yang merupakan level terendah dalam lebih dari tiga tahun.
Data terbaru ini memicu harapan investor bahwa pasar tenaga kerja mungkin cukup lemah untuk memungkinkan Federal Reserve menurunkan suku bunganya. Namun, pelemahan lebih lanjut juga dapat memicu kekhawatiran akan terjadinya resesi. Investor kini menunggu laporan pekerjaan yang akan datang pada hari Jumat untuk mengukur dengan lebih baik keadaan perekonomian secara keseluruhan.
Imbal hasil telah jatuh pada hari Senin, dengan imbal hasil Treasury 10-tahun jatuh mendekati 12 basis poin, setelah data ekonomi menunjukkan kontraksi pada sektor manufaktur.
Indeks manufaktur ISM mencapai 48,7 untuk bulan Mei, di bawah perkiraan sebesar 49,6. Angka di bawah 50 menunjukkan adanya kontraksi.
Pada hari Rabu, indeks jasa ISM juga akan dirilis, memberikan investor wawasan mengenai sektor lain. Juga pada minggu ini, laporan pekerjaan bulan Mei akan dirilis, memberikan data baru dari pasar tenaga kerja, termasuk nonfarm payrolls dan tingkat pengangguran.
Data tersebut muncul menjelang pertemuan Federal Reserve yang dijadwalkan minggu depan. Investor secara luas mengharapkan bank sentral untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah, namun akan mencermati petunjuk mengenai apa yang diharapkan para pengambil kebijakan terhadap kebijakan moneter dan perekonomian.
The Fed kini berada dalam periode yang disebut periode blackout menjelang pertemuannya, di mana para pejabat dibatasi dalam hal apa yang dapat mereka diskusikan secara publik. Namun, dalam beberapa minggu terakhir, pejabat Fed telah mengindikasikan bahwa mereka mencari lebih banyak data untuk menunjukkan bahwa inflasi melambat sebelum melakukan pelonggaran kebijakan moneter.
Baca Juga

