Hamas Luncurkan Rudal Besar-besaran ke Tel Aviv
JAKARTA, Investortrust.id - Kelompok sayap bersenjata Hamas, Brigade al-Qassam, telah meluncurkan rentetan roket ke Tel Aviv dari Jalur Gaza, mendorong militer Israel untuk membunyikan sirene peringatan di seluruh pusat kota.
Sirene roket terdengar di Israel tengah, termasuk di Tel Aviv, pada Minggu (26/5/2024) untuk pertama kalinya dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir ketika Hamas mengklaim telah meluncurkan rentetan roket dari Gaza, demikian dilaporkan Reuters.
Brigade al-Qassam di hari yang sama mengumumkan lewat akun Telegram mereka, bahwa mereka telah meluncurkan serangan rudal besar-besaran ke Tel Aviv. Roket-roket tersebut diluncurkan sebagai tanggapan atas apa yang mereka sebut sebagai “pembantaian Zionis terhadap warga sipil”. TV Al-Aqsa milik Hamas pu membenarkan bahwa roket diluncurkan dari Jalur Gaza.
Baca Juga
Biden Desak Hamas Bebaskan Sandera demi Tercapainya Gencatan Senjata
BBC melaporkan, setidaknya delapan roket diluncurkan oleh Hamas dari daerah Rafah di Gaza selatan, yang beberapa di antaranya berhasil dicegat oleh perisai udara milik Israel.
Bunyi sirene juga dilaporkan terdengar di berbagai kota besar dan kecil, termasuk Herzliya dan Petah Tikva. Sementara itu di Israel, layanan medis daruratnya menyampaikan bahwa mereka belum menerima laporan adanya korban jiwa.
Serangan rudal terhadap Israel terjadi segera setelah sejumlah truk bantuan memasuki Gaza dari Israel selatan melalui perjanjian baru untuk melewati penyeberangan Rafah yang telah diblokir selama berminggu-minggu.
Pengiriman bantuan tersebut merupakan hasil kesepakatan antara AS dan Mesir untuk mengirim bantuan sementara melalui pintu penyeberangan Rafah. Israel sebelumnya menghadapi tekanan yang semakin besar untuk meningkatkan bantuan ke Gaza setelah konflik selama tujuh bulan, yang menyebabkan kerusakan parah dan kekurangan pangan di wilayah tersebut.
Baca Juga
Sebelumnya pada hari itu, serangan udara Israel mengakibatkan kematian sedikitnya lima warga Palestina di Rafah, seperti yang dilaporkan oleh layanan medis setempat. Tank-tank Israel telah melakukan operasi di dekat pinggiran kota, khususnya di dekat persimpangan utama selatan ke Mesir, tanpa melakukan serangan signifikan ke dalam kota itu sendiri.
Israel mengklaim tujuannya adalah untuk melenyapkan pejuang Hamas yang bercokol di Rafah dan membebaskan sandera yang diduga masih ditahan di wilayah tersebut. Namun, aksi militer tersebut telah memperburuk krisis kemanusiaan bagi warga sipil dan memicu kecaman internasional.
Kementerian Kesehatan Gaza mengklaim hampir 36.000 warga Palestina menjadi korban serangan Israel. Operasi tersebut dimulai setelah militan pimpinan Hamas menyerang komunitas Israel selatan pada 7 Oktober 2023, yang mengakibatkan sekitar 1.200 korban jiwa dan lebih dari 250 sandera, menurut catatan Israel.

