Kemlu Pastikan Tak Ada WNI yang Jadi Korban Longsor Papua Nugini
JAKARTA, Investortrust.id – Kementerian Luar Negeri RI memastikan tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban dalam bencana longsor yang terjadi di Papua Nugini. Seperti diberitakan, sebanyak lebih dari 670 orang diyakini tewas tertimbun tanah longsor yang terjadi di sebuah desa di Provinsi Enga, Papua Nugini.
“Pascabencana tanah longsor di PNG, KBRI Port Moresby telah berkoordinasi dengan otoritas setempat dan komunitas WNI. Sejauh ini, tidak terdapat informasi adanya korban WNI dalam bencana tersebut,” ujar Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha dalam pesan singkatnya kepada awak media, Minggu (26/5/2024).
“KBRI akan terus memonitor situasi di lapangan,” imbuh Judha.
Baca Juga
Pemerintah RI Sampaikan Bela Sungkawa atas Longsor di Papua Nugini
Diberitakan ABCNews, tanah longsor terjadi di desa Kaokalam di Provinsi Enga, sekitar 600 kilometer barat laut ibu kota negara kepulauan Pasifik Selatan, Port Moresby. Peristiwa ini terjadi pada Jumat (24/5/2024) sekitar pukul 3 pagi waktu setempat.
Sejak peristiwa ini terjadi, sejumlah kalangan telah memperkirakan bahwa korban jiwa bisa mencapai raturan orang, mengingat lokasi bencana merupakan sebuah perkampungan yang ramai yang menjadi tempat bermukimnya para pekerja tambang.
Reuters yang mengutip laporan media setempat menyebutkan bahwa bencana itu juga berdampak pada operasi tambang emas Porgera yang dioperasikan oleh perusahaan tambang asal Kanada, Barrick Gold. Tambang Porgera dioperasikan oleh perusahaan patungan antara anak perusahaan Barrick Gold, Barrick Nugini dan perusahaan China, Zijin Mining.
Pemerintah Indonesia telah menyampaikan simpati dan bela sungkawa atas musibah longsor yang menimpa Papua Nugini.
“Pemerintah Indonesia menyampaikan simpati dan bela sungkawa atas musibah tanah longsor yang menimpa ratusan warga di provinsi Enga, Papua Nugini,” demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dalam akun X, @KemluRI pada Sabtu (25/5/2024).
“Teriring doa agar mereka yang belum ditemukan diberikan keselamatan dan proses evakuasi dan pemulihan berjalan lancar,” imbuh Kemlu RI dalam pernyataan tersebut.

