Heli yang Ditumpangi Presiden Iran Jatuh, Pencarian Terkendala Cuaca Buruk
JAKARTA, investortrust.id - Helikopter yang membawa Presiden Iran, Ebrahim Raisi, jatuh Minggu waktu setempat. Menteri luar negeri Hossein Amirabdollahian ikut dalam rombongan di helikopter itu. Kecelakaan terjadi saat helikopter melintasi daerah pegunungan yang berkabut tebal.
Baca Juga
Konflik Israel-Iran: Perang Habis-Habisan atau Hanya Saling Gertak
Pencarian masih terus dilakukan, yang terkendala cuaca buruk. Belum ada kepastian soal kondisi sang Presiden.
Mengutip Reuters, Senin (20/05/2024), Raisi berkendara dengan helikopter ke perbatasan Azerbaijan untuk meresmikan sebuah proyek bendungan. Bendungan Qiz-Qalasi merupakan proyek bersama dengan pemerintah Azerbaijan.
Namun helikopter yang ditumpangi Raisi tak memberi kabar seusai acara saat hendak kembali ke ibu kota. Dilaporkan cuaca buruk saat kejadian berlangsung.
Pejabat setempat menyebut nyawa keduanya dalam bahaya menyusul jatuhnya helicopter.
"Kami masih berharap, namun informasi yang didapat dari lokasi jatuhnya pesawat sangat memprihatinkan," kata pejabat itu.
Kepala staf tentara Iran telah memerintahkan menurunkan sumber daya tentara untuk melakukan pencarian. Pasukan elit Garda Revolusi Iran (IRGC) juga terjun untuk operasi penyelamatan.
Helikopter naas yang ditumpangi Raisim diketahui berjenis Bell 212 buatan Amerika Serikat (AS). Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev memberi pernyataan langsung setelah kabar kecelakaan terjadi mengatakan dia telah mengucapkan "perpisahan persahabatan" kepada Raisi pada hari sebelumnya seraya menawarkan bantuan dalam penyelamatan.
Setidaknya 40 tim penyelamat, termasuk drone dan anjing pencari, telah dikerahkan. Dilaporkan pula delapan ambulans telah dikirimkan ke lokasi.
Raisi, 63 tahun menjabat sebagai presiden Iran sejak tahun 2021. Ia memerintahkan pengetatan terhadap undang-undang moralitas, mengawasi tindakan keras berdarah terhadap protes anti-pemerintah, dan mendorong keras perundingan nuklir dengan negara-negara besar.
Raisi sendiri merupakan murid Pemimpin Tertinggi Iran Ayyatullah Khamenei. Ia sudah selama bertahun-tahun banyak dilihat sebagai sosok yang tepat menggantikan Khamenei.
Meskipun Raisi adalah presiden terpilih dan memimpin pemerintahan, ia tetap bertanggung jawab kepada Khamenei. Jika Raisi meninggal, Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Mokhber akan menjadi calon presiden berikutnya.
Doa dan Keprihatinan
Mengutip AFP, ketakutan dan kekhawatiran membebani Iran ketika berita tentang nasib Raisi belum jelas. Ribuan umat Muslim berdoa di masjid-masjid agar ia kembali dengan selamat.di masjid-masjid. Doa bergaung di seluruh negeri, termasuk di kampung halaman Raisi kota suci Mashhad.
"Warga Iran menangis karena takut akan hal terburuk juga mendoakan Raisi dan Menteri Luar Negeri Hossein Amir-Abdollahian, yang bersamanya di helikopter, di Lapangan Valiasr di pusat kota Teheran," bunyi laporan media Prancis itu.
Khamenei menyampaikan pesannya untuk menghibur bangsanya. Ia mendesak rakyat Iran untuk "tidak khawatir" mengenai kepemimpinan republik Islam tersebut, dengan mengatakan "tidak akan ada gangguan dalam pekerjaan negara".
Di sisi lain, negara-negara tetangga menyatakan keprihatinannya dan menawarkan bantuan dalam penyelamatan apa pun. Gedung Putih mengatakan Presiden AS Joe Biden telah diberi pengarahan mengenai laporan mengenai kecelakaan itu.
Turki mengatakan pihaknya telah mengerahkan drone, helikopter, kendaraan, dan tim penyelamat atas permintaan pihak berwenang Iran. Uni Eropa menawarkan teknologi pemetaan satelit darurat.
Dalam foto yang disediakan oleh Kantor Berita Moj ini, tim penyelamat dan warga Iran terlihat di sekitar lokasi kejadian helikopter yang membawa Presiden Iran Ebrahim Raisi di Varzaghan di barat laut Iran, Minggu, (19/5/2024). Foto: Azin Haghighi/Kantor Berita Moj melalui AP.
Baca Juga
Konflik Israel-Iran, Kanselir Jerman Minta Israel Fokus Diplomasi Regional

