Aneh, Putin Tempatkan Ekonomnya Jadi Menteri Pertahanan
JAKARTA, Investortrust.id - Presiden Rusia Vladimir Putin diberitakan mengganti menteri pertahanannya dengan seorang ekonom lewat keputusannya yang diumumkan Minggu (12/5/2024). Keputusan ini tak ayal telah membuat gaduh di lingkup tim keamanan nasional Rusia, di tengah upaya negeri Beruang Merah ini menjadikan perang dengan Ukraina ada pada landasan yang berkelanjutan secara ekonomi.
Sergei Shoigu, sang mantan Menhan yang digeser akan tetap berada di lingkar dalam Putin. Ia didapuk menjadi kepala Dewan Keamanan Nasional, sebuah posisi yang tetap memberikan Shoigu akses ke presiden, namun tak memiliki otoritas langsung ke pasukan. Shoigu akan menggantikan Nikolai Patrushev, mantan kolega Putin di KGB, yang menurut Kremlin akan dipindahkan ke posisinya yang baru dan akan diumumkan dalam beberapa hari mendatang.
Andrei Belousov, seorang ekonom yang menjabat sebagai wakil perdana menteri pertama sejak tahun 2020 dan telah lama dipandang sebagai salah satu penasihat ekonomi paling tepercaya Putin, dipastikan bakal mengisi posisi yang ditinggalkan Shoigu.
Pihak Kremlin dalam pernhyataannya menyampaikan, anggaran pertahanan Rusia yang membengkak memerlukan seorang ekonom sebagai penanggung jawab, dan bahwa Belousov akan membantu membuat militer Rusia “lebih terbuka terhadap inovasi”, demikian dilaporkan The Telegraph, Senin (13/5/2024).
Baca Juga
Putin Kembalil Tunjuk Mikhail Mishustin Jadi Perdana Menteri
Pergeseran kabinet ini merupakan perombakan yang jarang terjadi bagi Putin, yang cenderung menghindari perubahan yang terkesan terburu-buru. Dan hal ini dianggap menandai titik balik dalam perang yang sudah berlangsung lebih dari dua tahun antara Rusia dan Ukraina.
Putin telah menggeser seorang tokoh yang dianggap bertanggung jawab atas banyak kegagalan Moskow pada awal serangannya ke Ukraina. Dengan menunjuk seorang ekonom, ia secara diam-diam mengakui pentingnya kekuatan industri bagi setiap kemenangan militernya.
Potensi pemecatan Shoigu sendiri telah menjadi spekulasi sejak hari-hari pertama perang, ketika pasukan Rusia tampak tidak siap menghadapi perlawanan Ukraina.
Bahkan pada musim panas tahun lalu, mendiang kepala tentara bayaran Yevgeny Prigozhin sempat melancarkan kudeta singkat, yang tujuannya mendorong pemerintah Rusia memecat Shoigu yang telah menjabat sebagai menteri pertahanan selama lebih dari satu dekade. Namun Putin, yang menurut para analis menghargai kesetiaan, saat itu tetap mempertahankan Shoigu.
Sinyal kuat pergantian Shoigu kemudian mengemuka kembali ketika pihak berwenang Rusia menangkap salah satu deputi utamanya atas tuduhan korupsi.
Kini, setelah militer Rusia mendapatkan kemajuan di medan perang, Putin memberi sinyal kesediaannya untuk melakukan perubahan dan menunjukkan bahwa Rusia memiliki disiplin dan kapasitas ekonomi untuk melancarkan perang jangka panjang.
Baca Juga
Jabat Presiden untuk Kelima Kali, Ini Prioritas Putin di Masa Jabatan Barunya
Sementara di sisi lain Kremlin mengatakan pada hari yang sama, bahwa orang yang sering menjadi sasaran kritik terhadap upaya perang Rusia, yakni Jenderal Valery Gerasimov selaku kepala staf umum Rusia dan perwira militer berpangkat tertinggi Rusia, akan tetap menduduki jabatannya.
Tidak diketahui dengan jelas seberapa besar otoritas yang akan dipegang Shoigu dalam perang, meskipun jabatan barunya sejajar dengan jabatan penasihat keamanan nasional Presiden AS. para analis mengatakan bahwa di Rusia pada masa Putin, peran tersebut memiliki pengaruh yang terbatas karena tidak secara langsung mengendalikan militer atau badan keamanan.

