Top! Dow Jones Melaju 8 Hari Beruntun, Makin Mendekati Level 40.000
NEW YORK, investortrust.id – Pasar saham Amerika Serikat (AS) mayoritas menguat pada penutupan perdagangan Jumat waktu AS atau Sabtu (11/05/2024). Dow Jones Industrial Average terus melaju, menempatkan indeks Dow di jalur kenaikan 8 hari beruntun dan mencatat minggu terbaiknya di tahun 2024.
Baca Juga
Wall Street Ditutup Bervariasi, Dow Jones Melonjak dan Catat Reli Terpanjang pada 2024
Indeks 30 saham unggulan itu bertambah 125,08 poin, atau 0,32%, menjadi 39.512,84. Dow Jones makin mendekati level psikologis 40.000. S&P 500 naik 0,16%, berakhir pada 5,222.68, sedangkan Nasdaq Composite melemah 0,03% menjadi 16,340.87.
Rata-rata indeks utama juga menutup minggu ini dengan catatan tinggi. Dow membukukan kenaikan sebesar 2,16%, minggu terbaik sejak Desember dan minggu positif keempat berturut-turut. S&P 500 dan Nasdaq Composite keduanya membukukan kenaikan minggu ketiga berturut-turut, masing-masing naik 1,85% dan 1,14%.
Antusiasme investor tetap terkendali setelah data sentimen konsumen yang dirilis Jumat pagi menunjukkan peningkatan besar dalam ekspektasi inflasi.
Angka awal indeks sentimen konsumen Universitas Michigan pada bulan Mei berada di angka 67,4, jauh di bawah perkiraan Dow Jones sebesar 76 dan menandai angka terendah dalam sekitar enam bulan.
“Data tersebut dapat menunjukkan bahwa inflasi juga tidak bergerak ke arah yang benar,” kata Brian Nick, ahli strategi investasi senior di Macro Institute, seperti dikutip CNBC. “Anda akan mendapat pukulan dari kedua belah pihak. Orang-orang berpikir bahwa keadaannya lebih buruk daripada perekonomian dan mereka akan tetap lebih buruk. Mereka khawatir terhadap inflasi. Dan itu bukanlah formula yang menyenangkan untuk saham atau obligasi,” urainya.
Nick menambahkan bahwa jalur penurunan suku bunga yang diambil oleh Federal Reserve akan lebih dipengaruhi oleh seberapa besar perlambatan yang terjadi pada belanja konsumen dan perekrutan tenaga kerja. “Jika hal-hal tersebut terpenuhi, itu adalah berita yang cukup baik bagi pasar yang haus akan penurunan suku bunga,” katanya.
Investor menjadi lebih optimistis akhir-akhir ini setelah The Fed mengindikasikan bahwa langkah selanjutnya kemungkinan besar tidak akan berupa kenaikan suku bunga, dengan menunjuk pada batasan suku bunga yang dapat menjadi bullish bagi ekuitas. Data tenaga kerja yang lebih tenang juga meningkatkan kepercayaan parsar terhadap prospek tahun ini.
Namun, pasar akan diuji pada minggu depan ketika pembacaan indeks harga konsumen bulan April dirilis.
Baca Juga
Survei Michigan Ungkap Sentimen Konsumen AS, Kekhawatiran Inflasi Meningkat

