Euforia di Wall Street: Tiga Indeks Utama Cetak Rekor Baru, Dow Jones Terus Mendekati 40.000
NEW YORK, Investortrust.id – Pasar saham Amerika Serikat (AS) dilanda euforia setelah Bank Sentral AS mengisyaratkan akan memangkas suku bunga tiga kali tahun ini. Tiga indeks utama mencapai rekor tertinggi sepanjang masa pada penutupan perdagangan Kamis waktu AS atau Jumat (22/03/2024).
Indeks Dow Jones Industrial Average melesat 269,24 poin atau 0,68% menjadi 39.781,37. Dow terus terus bergerak mendekati angka psikologis 40.000.
S&P 500 melaju 0,32% ditutup pada 5.241,53 dan Nasdaq Composite menguat 0,20% dan berakhir pada level 16.401,84.
“Orang-orang percaya pada The Fed dan pemangkasan akan terjadi. “ kata Jay Woods, chief strategist global di Freedom Capital Markets, seperti dikutip CNBC internasional.
Saham Micron Technology melonjak 14% berkat kinerja keuangan yang kuat dan mencatat hari terbaiknya sejak Desember 2011. Berita tersebut mengangkat saham perusahaan semikonduktor. Saham Nvidia dan Marvell Technology masing-masing meningkat lebih dari 1%.
Saham Taiwan Semiconductor dan VanEck Semiconductor ETF (SMH) masing-masing naik sekitar 2%, sedangkan Broadcom terkerek 5,6%.
Beberapa saham teknologi megacap yang memimpin reli baru-baru ini juga berkontribusi pada keuntungan pada perdagangan Kamis. Saham Microsoft naik hampir 1%. Perusahaan media sosial Reddit melonjak lebih dari 48% dalam debut pasar.
Sementara itu, saham Apple melawan tren kenaikan di pasar, karena mencatatkan penurunan 4% setelah Departemen Kehakiman mengajukan gugatan antitrust terhadap pembuat iPhone tersebut.
Saham industri juga berkinerja lebih baik, mengerek sektor S&P mereka masing-masing sebesar 1%. Stanley Black & Decker, Pentair, dan Rockwell Automation termasuk di antara saham-saham yang naik signifikan, karena masing-masing melonjak sekitar 3%.
Reli pemecahan rekor di Wall Street terjadi sejak Rabu lalu, dengan S&P 500 melampaui 5.200 untuk pertama kalinya.
Kenaikan tersebut terjadi saat The Fed menegaskan kembali ekspektasi tiga pemangkasan suku bunga tahun ini dan menjaga suku bunga acuan tetap tidak berubah pada akhir pertemuan kebijakan dua hari tersebut.
Meskipun bank sentral tak memberikan rincian tentang waktu pemangkasan, Ketua The Fed Jerome Powell mengharapkan suku bunga akan turun selama data inflasi terus menurun.
Julie Biel dari Kayne Anderson Rudnick mengingatkan bahwa pasar mungkin terlalu bersemangat tentang prospek tiga pemangkasan suku bunga tahun ini.
"Kita perlu mengakui bahwa ini bukan seperti tembakan bebas bahwa kita akan mendapatkan tiga atau empat pemangkasan suku bunga. Ada cukup banyak perbedaan pendapat, dan masih ada sejumlah besar perbedaan hingga 2024 ke 2025 tentang di mana suku bunga akan berada,” jelas Biel.
Hingga Kamis pagi, para trader memperhitungkan kemungkinan 67% bahwa Fed akan mulai memangkas suku bunga pada Juni, menurut CME Group’s FedWatch tool.

