Yield Obligasi AS Melonjak di Tengah Ketidakpastian Pemangkasan Suku Bunga
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil Treasury AS naik pada hari Rabu karena investor menunggu rilis data ekonomi baru untuk menilai prospek penurunan suku bunga Federal Reserve pada tahun ini.
Baca Juga
Imbal Hasil Treasury AS Tergelincir Setelah Rilis Data Manufaktur
Mengutip CNBC, imbal hasil Treasury 10-tahun naik 4,6 basis poin menjadi 4,644%. Imbal hasil Treasury 2-tahun naik tipis 2,4 basis poin menjadi 4,929%.
Investor fokus pada rilis data ekonomi minggu ini dan dampaknya terhadap keputusan kebijakan moneter Federal Reserve.
Pada hari Selasa, PMI manufaktur S&P Global Flash untuk AS berada pada level terendah empat bulan di 49,9 untuk bulan April. Angka di bawah 50 menunjukkan bahwa sektor ini mengalami kontraksi. Oleh karena itu, data tersebut memberi kesan kepada investor bahwa perekonomian mungkin akan sedikit mengalami pelonggaran.
Data produk domestik bruto untuk kuartal pertama akan dirilis pada hari Kamis, diikuti oleh indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi pada hari Jumat. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan perekonomian tumbuh pada laju tahunan sebesar 2,4% pada kuartal pertama, sementara konsensus Wall Street memperkirakan tingkat inflasi PCE sebesar 2,6% pada bulan Maret.
Data ini dirilis menjelang pertemuan The Fed berikutnya pada tanggal 30 April hingga 1 Mei. Bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya tidak berubah, namun investor akan mencermati petunjuk mengenai arah kebijakan moneter di masa depan. Pejabat Fed dalam beberapa pekan terakhir tampak berhati-hati mengenai batas waktu penurunan suku bunga.
Ekspektasi mengenai kapan suku bunga akan dipangkas oleh The Fed telah mengalami kemunduran dalam beberapa minggu terakhir dan muncul pertanyaan apakah akan ada penurunan yang lebih sedikit dari perkiraan pada tahun ini.
Baca Juga
Inflasi AS Maret Masih Tinggi, Pemangkasan Suku Bunga Fed Mungkin Tertunda Lagi

