Israel Perintahkan Separuh Populasi Gaza Mengungsi ke Selatan
JAKARTA, Investortrust.id - Israel telah memerintahkan evakuasi 1,1 juta penduduk di utara Gaza untuk pindah ke selatan dalam waktu 24 jam. Demikian berbagai laporan yang mengutip Stephane Dujarric, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB dilansir CNBC.com Jumat (13/10/2023). Jumlah yang diminta untuk mengungsi setara dengan separuh dari jumlah populasi di Gaza.
Langkah ini mengindikasikan bahwa Israel berpotensi melanjutkan serangan daratnya ke daerah kantung di Palestina tersebut, untuk memburu para militan Hamas. Israel sendiri telah menjanjikan akan melenyapkan Hamas.
Baca Juga
Dilansir Associated Press, Dujarric mengatakan bahwa perintah evakuasi dari militer Israel tersebut sebagai sesuatu yang "mustahil" tanpa "konsekuensi yang menghancurkan kemanusiaan.”
Sementara itu Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken, memberikan jaminan dukungan berkelanjutan dari AS kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat bertemu di Tel Aviv. Dukungan diberikan setelah serangan yang dilakukan oleh kelompok militan Palestina, Hamas, terhadap Israel akhir pekan lalu.
“Kami di sini, kami tidak akan pergi kemana-mana,'" kata Blinken.
Baca Juga
Amerika Serikat memang telah secara tegas mengutuk serangan Hamas, namun sebelumnya pihak AS telah mengusulkan dibentuknya koridor kemanusiaan bagi warga sipil di Jalur Gaza.
Sementara itu, jumlah korban tewas terus bertambah di Israel dan Gaza. Menteri Energi dan Infrastruktur Israel, Israel Katz, mengatakan pada hari Kamis bahwa pengepungan Gaza tidak akan dicabut sampai warga dan tentara Israel yang diambil Hamas kembali ke rumah mereka.
Secara terpisah, Sekretaris Jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Hussein al-Sheikh mengatakan bahwa Blinken akan mengadakan pertemuan dengan Presiden Mahmoud Abbas dari Otoritas Palestina pada hari Jumat (13/10/2023).

