Grab Gelar Buyback Saham Senilai US$ 500 Juta
JAKARTA, investortrust.id - Perusahaan ride-hailing terbesar di Asia Tenggara, Grab Holdings Ltd mengumumkan pada hari Kamis (22/02/2024), akan melakukan pembelian kembali (buyback) saham senilai $500 juta untuk pertama kalinya.
Dikutip dari CNCB, Grab berhasil membukukan keuntungan senilai US$ 11 juta di kuartal IV-2023. Bandingkan dengan kerugian senilai US$ 391 juta yang tercatat pada periode yang sama tahun lalu.
"(Kerugian) terutama karena peningkatan earnings before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA) yang disesuaikan grup, perubahan nilai wajar dalam investasi, dan penurunan biaya kompensasi berbasis saham," kata terang Grab.
Pendapatan pada kuartal ini yang mencapai US$ 653 juta, melampaui perkiraan analis London Stock Exchange Group (LSEG) sebesar US$ 634,86 juta. Sedangkan, kerugian sepanjang 2023 mencapai US$ 485 juta atau turun 72% dari US$ 1,74 miliar tahun lalu.
Baca Juga
Direktur Keuangan Grab, Peter Oey, mengatakan mobilitas Grab meningkat setelah 2023. “Keluar dari 2023 mobilitas kami melebihi tingkat pra-Covid. Kami melihat permintaan yang sangat kuat di ruang mobilitas," imbuhnya.
Selain itu, Grab mengharapkan pendapatan sekitar US$ 2,70-2,75 miliar pada tahun 2024, ini lebih rendah dari proyeksi analis LSEG sebesar $2,8 miliar.
Pada perdagangan saham Grab ditutup 8,41% lebih rendah pada hari Kamis. Harga sahamnya anjlok 75,8% dari harga pembukaan US$ 13,06 pada Desember 2021, ketika perusahaan pertama kali terdaftar di Nasdaq. (CR-5)
Baca Juga
Beredar Kabar Merger Gojek-Grab, Begini Dampaknya bagi Prospek Saham GOTO

