Grab Bakal Akuisisi Foodpanda Taiwan Senilai US$ 600 Juta
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Grab akan mengakuisisi bisnis Foodpanda di Taiwan senilai US$600 juta. Ini menjadi langkah ekspansi pertama Grab ke luar Asia Tenggara.
Menurut laporan TechCrunch, Selasa (24/3/2026), transaksi ini masih menunggu persetujuan regulator dan ditargetkan rampung pada paruh kedua 2026. Grab membidik integrasi penuh pengguna, merchant, dan mitra pengemudi pada awal 2027.
Akuisisi ini sendiri membawa Grab masuk ke pasar yang selama ini didominasi Uber Eats dan Foodpanda milik Delivery Hero. Pangsa pasar keduanya relatif seimbang, yakni sekitar 52% untuk Foodpanda dan 48% untuk Uber Eats.
Strategi Grab hadir setelah rencana akuisisi oleh Uber Technologies gagal pada 2025. Otoritas Taiwan saat itu menolak karena berpotensi menciptakan dominasi pasar hingga 90%.
Baca Juga
Gelontorkan Dana Rp 361 Miliar, Grab Kembali Tambah Ratusan Juta Saham Superbank (SUPA)
Berbeda dari kasus Uber, posisi Grab dinilai lebih kompetitif. Jika disetujui, Grab akan menguasai sedikit di atas 50% pasar, tetap menyisakan ruang persaingan.
CEO Anthony Tan menilai Taiwan sebagai pasar potensial dengan adopsi layanan digital tinggi. Karakter ini dinilai mirip dengan Asia Tenggara.
Grab akan memperluas operasional ke 21 kota di Taiwan. Sinergi teknologi AI Grab dan jaringan Foodpanda diharapkan memperkuat daya saing.
Secara bisnis, Foodpanda Taiwan mencatat GMV sekitar US$ 1,8 miliar. Nilai ini menjadi pijakan awal Grab untuk tumbuh di pasar baru.

