Saham Emiten Barang Mewah Berguguran di AS-Eropa, Era Belanja High End Usai
JAKARTA, Investortrust.id - Perusahaan ritel barang-barang mewah yang menikmati keuntungan besar dalam beberapa tahun terakhir mulai merasakan dampaknya pada tahun 2023, ketika kondisi keuangan menjadi lebih ketat dan konsumen mulai mengurangi pembelian barang ultra high end.
Saham LVMH misalnya, turun ke level terendah tahun 2023 dalam perdagangan di Paris pada hari Kamis pekan lalu,menjadi 675 euro per lembar saham. Sebelumnya perusahaan juga telah melaporkan pertumbuhan pendapatan kuartalan yang lebih lemah dari yang diproyeksikan.
Baca Juga
Amerika Serikat Jual Hampir Separuh Cadangan Minyak, Sebuah Persiapan Krisis?
LVMH adalah kode bursa bagi Moët Hennessy Louis Vuitton SE, perusahaan Prancis yang dikenal sebagai salah satu pemimpin dunia dalam industri barang mewah. LVMH memiliki berbagai merek mewah terkenal di bawah payungnya, termasuk Louis Vuitton, Moët & Chandon, Hennessy, Christian Dior, dan Givenchy.
Penjualan dilaporkan tumbuh sebesar 9% pada kuartal tersebut, turun dari pertumbuhan sebesar 17% yang dilaporkan dalam tiga bulan sebelumnya. Saham raksasa barang mewah Eropa ini telah turun sekitar 20% dalam enam bulan terakhir, dan dilansir Bloomberg, LVMH telah memimpin penurunan nilai sekitar US$245 miliar dari tujuh perusahaan barang mewah terbesar di Eropa dalam periode tersebut.
"Berita hari ini bahwa pertumbuhan pendapatan LVMH telah melambat secara dramatis. Kemungkinan menandai akhir gelembung barang mewah global," kata Nicholas Colas, pendiri DataTrek, dalam sebuah catatan pada hari Kamis(12/10/2023) pekan lalu. "LVMH adalah bisnis yang dikelola dengan sangat baik, dan investor telah terbiasa melihatnya mencatatkan peningkatan pendapatan double-digit yang kuat."
Baca Juga
Amerika Serikat Jual Hampir Separuh Cadangan Minyak, Sebuah Persiapan Krisis?
Di AS, pengeluaran kartu kredit untuk produk fashion mewah juga telah mengalami penurunan selama enam kuartal berturut-turut, dengan pengeluaran produk fashio mewah turun 16% year-over-year selama kuartal terakhir, demikian dilansir dari data kartu Bank of America.
Dua emiten Tapestry dan Ralph Lauren yang listing di S&P 500juga mengalami penurunan harga saham yang signifikan pada tahun 2023. Secara keseluruhan saham-saham barang mewah turun 17% dari angka tertingginya.
Para ahli di industri terkait telah memperingatkan bahwa merek-merek mewah, yang sebelumnya memiliki reputasi sebagai kebal resesi, kini tidak dapat mengandalkan konsumen berpenghasilan tinggi untuk terus meningkatkan keuntungan di tengah periode ketidakpastian ekonomi.
Hal ini terutama disebabkan oleh masalah ekonomi China pada tahun 2023. Konsumen di negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia ini sebelumnya merupakan pembeli terbesar barang-barang mewah di AS dan Eropa. Belakangan spending mereka melambat karena negara ini menghadapi berbagai masalah ekonomi, termasuk permintaan konsumen yang melambat.
Para ahli juga memperingatkan bahwa kebiasaan belanja untuk priduk yang sangat tahan lama seperti perhiasan oleh warga Amerika mungkin akan berbalik arah, terutama ketika pembayaran pinjaman kuliah kembali dimulai, dan para pembeli sejatinya telah menghabiskan tabungan berlebih yang mereka kumpulkan selama pandemi.
Bank Sentral San Francisco telah memaparkan prediksi di awal tahun ini bahwa tabungan konsumen AS akan habis pada akhir kuartal terakhir, dan analis telah memberikan peringatan tentang dampak potensialnya terhadap saham-saham ritel.
Tetapi penurunan saham brand mewah bisa menjadi keuntungan bagi emiten sektor teknologi AS. “Hal itu dimungkinkan karena investor Eropa kerap mengatakan bahwa saham teknologi adalah pesaing bagi saham-saham brand mewah dalam portofolio mereka,” kata Colas dikutip Businessinsider.
Emiten-emiten teknologi juga sedang naik daun dalam gelombang kegembiraan investor saat sejumlah manufaktur mulai terjun ke dalam kompetisi bidang kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
"Perbedaannya adalah bahwa Teknologi secara terus-menerus menciptakan produk yang baru pada semua level harga, sementara portofolio merek mewah sebagian besar diisi dengan produk yang sebetulnya hampir sama tetapi dengan harga yang sangat tinggi. Sebuah tas Kelly dalam kulit baru yang langka tidak dianggap sebagai inovasi," kata Colas.
Colas menambahkan bahwa sektor teknologi, perawatan kesehatan, dan ritel mewah telah menjadi sektor industri dengan pertumbuhan terbaik dalam beberapa tahun terakhir. Saat saham-saham brand mewah tergelincir karena penurunan spending di seluruh dunia, dan perawatan kesehatan lebih cocok untuk tindakan defensif, satu-satunya pilihan yang jelas bagi investor yang mencari saham pertumbuhan adalah sektor teknologi.
