Yield Obligasi AS 10-tahun Tembus 4% di Tengah Menguatnya Perekonomian
NEW YORK, Investortrust.id - Imbal hasil (yield) Treasury AS tenor 10-tahun mencapai 4% pada hari Jumat (2/02/2024) setelah laporan pekerjaan AS menunjukkan kekuatan yang berkelanjutan dalam perekonomian
Baca Juga
Imbal Hasil Treasury 10-tahun Jatuh di Bawah 4% Setelah Keputusan The Fed
Tapi, di sisi lain, menimbulkan pertanyaan tentang kapan Federal Reserve dapat memangkas suku bunga.
Imbal hasil Treasury 10-tahun melonjak 16 basis poin menjadi 4,02%. Imbal hasil Treasury 2 tahun naik 17,4 basis poin menjadi 4,37%.
Wall Street mencerna laporan pekerjaan bulan Januari. Nonfarm payrolls meningkat sebesar 353.000 pada bulan lalu, jauh lebih kuat dibandingkan kenaikan sebesar 185.000 yang diantisipasi oleh para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones. Tingkat pengangguran berada di 3,7%, dibandingkan dengan perkiraan konsensus 3,8%.
Data pertumbuhan upah dalam laporan tersebut menunjukkan tekanan inflasi yang terus berlanjut. Pendapatan rata-rata per jam naik 0,6%, dua kali lipat dari ekspektasi para ekonom. Secara tahunan, upah melonjak 4,5%, lebih besar dari perkiraan konsensus sebesar 4,1%.
Laporan pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan menambah kemungkinan bahwa penurunan suku bunga tidak akan terjadi secepat yang diharapkan investor, terutama setelah Ketua Fed Jerome Powell pada minggu ini mencatat bahwa penurunan suku bunga pada bulan Maret tidak akan terjadi.
“The Fed menolak gagasan penurunan suku bunga pada bulan Maret kurang dari 48 jam yang lalu, dan laporan pekerjaan yang sangat kuat hari ini tidak akan mengeringkan keadaan,” tulis Chris Larkin, direktur pelaksana di E-Trade dari Morgan Stanley, seperti dikutip CNBC.
“Ini jelas bukan jenis data yang ada dalam pikiran The Fed ketika mereka mengatakan ingin melihat lebih banyak bukti bahwa tekanan inflasi terkendali. Jika angka-angka serupa terus berlanjut dalam beberapa bulan ke depan, investor mungkin menjadi kurang percaya diri mengenai seberapa cepat The Fed akan menurunkan suku bunganya, dan seberapa besar penurunannya,” papar Larkin.
Baca Juga

