Aksi Protes Pekerja Garmen Berujung Penutupan Ratusan Pabrik di Bangladesh
JAKARTA, Investortrust.id - Ratusan pabrik garmen di Bangladesh ditutup menyusul aksi protes ribuan pekerja yanng menuntut kenaikan gaji hampir tiga kali lipat, demikian AFP mengutip kepala kepolisian wlayah Gazipur, Kamis (2/11/2023).
Sekitar tiga ribu lima ratus pabrik garmen di Bangladesh menyumbang sekitar 85% dari total ekspor tahunan negara Asia Selatan tersebut yang nilainya mencapai US$55 miliar. Sejumlah pabrik tersebut menyediakan pakaian untuk merek-merekbesar di barat, termasuk Adidas, GAP, H&M, dan Levi Strauss.
Namun, sekitar empat juta pekerja di sektor ini mengalami kesulitan dengan upah bulanan yang hanya sebesar 8.300 taka atau sekira Rp1,185 juta per bulan. Sebagian besar pekerja di sektor ini adalah perempuan.
Polisi mengatakan pada Kamis bahwa para pekerja telah merusak puluhan pabrik di Gazipur dan lingkungan industri lainnya di pinggiran ibu kota Dhaka sejak protes dimulai pada akhir pekan lalu.
"Lebih dari 250 pabrik garmen telah ditutup dalam protes ini. Hingga 50 pabrik telah dirusak dan dirampok, termasuk empat atau lima yang dibakar," kata Kepala Polisi Gazipur, Sarwar Alam, kepada AFP. "Ketika satu pabrik dirusak, para pabrik di sekitarnya tidak berani beroperasi," tambahnya.
Lebih jauh, Deputi Kepala Polisi Ashulia, Mahmud Naser, mengatakan kepada AFP bahwa setidaknya 50 "pabrik besar" yang mempekerjakan lebih dari 15.000 pekerja di kotanya telah ditutup.
Menurut data polisi, dua pekerja telah tewas dan puluhan lainnya terluka sejak aksi protes dimulai.
Asosiasi Produsen dan Eksportir Garmen Bangladesh (BGMEA), yang mewakili pemilik pabrik, telah menawarkan kenaikan gaji sebesar 25%.
Namun, janji tersebut jauh dari tuntutan kampanye protes para pekerja yang menuntut gaji bulanan sebesar 23.000 taka atau sekira Rp3,295 juta.
Pejabat polisi mengatakan kepada AFP bahwa beberapa ribu pekerja telah memblokir jalan-jalan di sekitar Dhaka untuk mendesak tuntutan mereka.
Di Gazipur, petugas melemparkan gas air mata dan granat suara pada hampir 1.000 pekerja yang memblokir jalan dan melakukan protes, demikian pejabat polisi senior Abu Siddique kepada AFP.

