Turkiye Boikot WEF Davos, Ini Penyebabnya!
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdogan memboikot kehadiran menterinya dalam pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) atau Forum Ekonomi Dunia yang digelar di Davos, Swiss pada 15-19 Januari 2024.
Keputusan Presiden Erdogan dan Turkiye itu diduga berhubungan dengan pendiriannya terhadap perang Israel-Palestina. Turkiye telah lama memperjuangkan kedaulatan dan kemerdekaan rakyat Palestina, sekaligus menolak pendudukan Israel atas wilayah Palestina. Ia kerap mengutuk keras serangan Israel terhadap masyarakat sipil di Gaza.
Melansir Middle East Eye, Selasa (16/01/2024), Menteri Keuangan Turkiye, Mehmet Simsek, awalnya berencana menghadiri pertemuan WEF ke-54 itu. Namun, Mehmet batal berangkat karena diinstruksikan oleh Erdogan untuk tidak pergi.
Baca Juga
WEF 2024 : Mengembalikan Kepercayaan di Tengah Dunia yang Terpecah
WEF mengeluarkan pernyataan simpatinya kepada Israel setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, dengan menyatakan, "Sangat berduka atas kematian tragis begitu banyak warga sipil di Israel dan Gaza.”
Para pejabat Turkiye kesal ketika Klaus Schwab, pendiri dan ketua eksekutifWEF Davos, menyebut serangan Hamas adalah "serangan teroris terhadap Israel".
Pertemuan WEF ke-54 mengangkat tema Rebuilding Test atau Membangun Kembali Kepercayaan. Perhelatan itu dihadiri oleh tokoh-tokoh penting dari lebih 100 negara, serta semua organisasi besar dunia.
Tokoh global yang diagendakan akan hadir di antaranya Perdana Menteri Republik Rakyat China (RRC) Li Qiang dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Kedua tokoh ini akan memberikan pidato khusus.
Ada juga Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Presiden Argentina Javier Milei, dan Perdana Menteri Konfederasi Swiss Viola Amherd.
Baca Juga
Delegasi Israel
Presiden Israel, Isaac Herzog dijadwalkan berbicara pada Kamis (18/01/2024). Delegasi Israel akan menunjukkan screening pribadi rekaman serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023.
Israel merespons serangan Hamas yang menewaskan 1.200 orang itu dengan membombardir Gaza dari darat dan udara. Sedikitnya 24.000 warga Palestina, terutama perempuan dan anak-anak, tewas akibat serangan Israel tersebut. Sekitar 70% rumah di Gaza juga hancur.
Bukan pertama kalinya Erdogan menggunakan Davos untuk meneguhkan dukungannya terhadap Palestina. Pada 2009, ia bergegas keluar dari debat langsung dengan Presiden Israel Shimon Peres atas serangan Israel di Gaza tahun sebelumnya.
Erdogan saat itu mengatakan kepada moderator David Ignatius, "Saya tidak berpikir saya akan kembali ke Davos setelah ini."
