Pasar Cuek pada Peringatan Moody's Soal Beban Utang AS
JAKARTA, Investortrust.id - Moody’s Investor’s Service telah menurunkan outlook peringkat Surat Utang Amerika Serikat pada Jumat pekan lalu. Dalam pengumumannya, lembaga pemeringkat yang masuk dalam tiga besar dunia tersebut mengungkapkan bahwa tingkat utang dan defisit pemerintah yang tinggi, bersamaan dengan tindakan politik brinkmanship di Washington dapat membahayakan posisi global surat utang yang diterbitkan pemerintah AS.
Istilah "brinkmanship" di Washington merujuk pada taktik politik di mana para pemimpin atau pembuat kebijakan mendorong situasi politik atau keamanan ke tepi ambang batas atau krisis untuk mencapai tujuan tertentu.
Baca Juga
Utang Menumpuk, Bunga Utang AS Lebih Besar dari Anggaran Pertahanan
Para pelaku pasar padaperdagangan Senin (13/11/2023) justru tampak abai terhadap peringatan dari Moody's.
Berbeda ketika Standard & Poor's serta Fitch mengeluarkan peringatan serupa, pasar seperti terkena gelombang kejut di Wall Street, walaupun hanya sementara. Banyak kalangan menilai kekacauan fiskal dan politik dalam negeri AS sudah menjadi berita lama, sehingga guncangan yang diprediksi muncul pascadilansirnya pengumuman dari lembaga pemeringkat tidak lagi memiliki dampak yang sama.
"Jika kita turun dari tripleA menjadi doubleA, apa artinya secara praktis? Tidak terlalu berarti. Masih akan ada permintaan besar untuk Surat Utang AS secara menyeluruh," kata Michael Reynolds, VP investment strategy di Glenmede Investment Managementseperti dikutip CNBC.com. "Tidak ada insight tajam dari Moody's soal informasiyang belum diketahui publik soal pemerintah AS. Jadi, ini benar-benar peristiwa yang tidak berarti."
Baca Juga
Fitch Ratings Turunkan Peringkat Utang AS jadi AA+, Dow Jones Turun 100 Poin
Memang, investor sudah tidak perlu disampaikan lagi soal utang AS sebesar US$33,7 triliun dan defisit sebesar US$1,7 triliun pada tahun fiskal 2023. Kedua masalah tersebut sudah diketahui dengan baik oleh Wall Street.
Meskipun memberikan semacam ‘warning’, namun hanya Moody’s satu-satunya lembaga pemeringkat tiga besar yang masih memberikan peringkat triple-A pada utang AS. Fitch sendiri sudah menurunkan peringkatnya pada bulan Agustus lalu, sementara S&P telah lebih awal 12 tahun.
Pada perdagangan Senin, hari perdagangan pertama setelah pengumuman Moody's soal perubahan outlook-nya dari stabil menjadi negatif, pasar cenderung bergerak tenang. Indeks saham utama mengalami kenaikan minim, sementara imbal hasil surat utang Treasury jangka panjang sedikit meningkat.
