Wall Street Ambruk, Nasdaq Anjlok Terseret Saham Nvidia
NEW YORK, Investortrust.id – Pasar saham Amerika Serikat (AS) ambruk. Saham-saham melemah pada perdagangan Jumat waktu AS atau Sabtu (9/03/2024). Nasdaq anjlok terseret saham Nvidia.
Baca Juga
Wall Street Menguat, S&P 500 Melesat di Atas 1% dan Catat Rekor Tertinggi
S&P 500 kehilangan 0,65% menjadi 5.123,69, sedangkan Nasdaq Composite tergelincir 1,16% menjadi 16.085,11. Keduanya berayun ke wilayah negatif setelah naik ke level tertinggi baru sepanjang masa di awal sesi. Dow Jones Industrial Average melepaskan 68,66 poin, atau 0,18%, menjadi berakhir pada 38,722.69.
Ketiga indeks utama mengakhiri minggu yang bergejolak dengan kinerja lebih rendah. S&P 500 turrun 0,26% minggu ini, sementara saham blue-chip Dow dan Nasdaq yang sarat teknologi masing-masing terkoretksi 0,93% dan 1,17%. Penurunan tersebut menandai minggu terburuk bagi 30 saham Dow sejak Oktober.
Saham-saham terpuruk pada hari Jumat karena reli sebelumnya di Nvidia kehilangan tenaga. Perusahaan kecerdasan buatan ini berakhir dengan penurunan lebih dari 5% dalam sesi terburuknya sejak akhir Mei.
Meskipun ada jeda, saham Nvidia masih naik lebih dari 6% pada minggu ini. Ini adalah bagian dari reli besar yang telah menambahkan lebih dari $1 triliun pada kapitalisasi pasar saham hanya di tahun baru saja.
“Ini tidak berarti bahwa potensi kenaikan jangka panjang telah berakhir,” kata Sam Stovall, kepala strategi investasi di CFRA Research,seperti dikutip CNBC internasional. Stovall memperkirakan Nvidia telah berada pada situasi jenuh beli (overbought), dan waktunya untuk mengambil keuntungan.
Meskipun Nvidia menyeret sektor teknologi, Apple naik 1% pada perdagangan Jumat. Dengan kenaikan tersebut, saham mega-cap tersebut mengakhiri penurunan beruntun terpanjang sejak awal tahun 2022 dalam tujuh hari. Namun sahamnya masih turun hampir 5% pada minggu ini, menjadikannya saham dengan kinerja terburuk di antara 30 saham Dow.
DataTenaga Kerja
Data ketenagakerjaan bulan Februari yang dirilis pada Jumat menawarkan beberapa sinyal yang bertentangan mengenai kapan akan aman bagi Federal Reserve untuk mulai menurunkan suku bunganya.
Di satu sisi, jumlah lapangan kerja yang ditambahkan pada bulan lalu jauh lebih besar dari perkiraan, yaitu sebesar 275.000 dibandingkan dengan perkiraan 198.000 dari ekonom yang disurvei oleh Dow Jones. Data ini dapat menyiratkan bahwa mesin perekonomian masih cukup panas.
Namun tingkat pengangguran secara tak terduga meningkat menjadi 3,9% dan pertumbuhan upah lebih rendah dari yang diperkirakan, memberikan sedikit harapan bahwa inflasi telah cukup mereda untuk menenangkan The Fed. Data pertumbuhan lapangan kerja bulan Januari juga direvisi lebih rendah.
“Singkatnya, masyarakat akan dapat mengambil pesan apa pun yang mereka inginkan dari laporan hari ini,” kata George Mateyo, kepala investasi di Key Private Bank. “Namun, kami pikir data tersebut cenderung positif dan akan memberikan keyakinan yang cukup kepada The Fed bahwa penyesuaian kecil terhadap suku bunga adalah hal yang tepat.”
Baca Juga
Wall Street Nyungsep Terseret Saham ‘Big Tech’, Dow Jones Anjlok 400 Poin

