Perdagangan RI-Selandia Baru Turun 18%, Jokowi Ajak PM Luxon Cari Peluang baru
JAKARTA, Investortrust.id - Nilai perdagangan antara Indonesia dan Selandia Baru mengalami penurunan sebesar 18% pada tahun 2023. Presiden Jokowi pun menekankan perlunya menciptakan peluang baru untuk meningkatkan interaksi antarpelaku usaha dan perdagangan, termasuk di sektor halal.
“Selandia Baru adalah mitra strategis Indonesia. Saya berharap di bawah kepemimpinan Yang Mulia kita dapat terus majukan implementasi konkret kemitraan komprehensif, khususnya bidang ekonomi dan pembangunan,” ucap Presiden Joko Widodo saat bertemu Perdana Menteri Selandia Baru, Christopher Luxon, di Hotel Park Hyatt, Melbourne, Australia (5/3/2024).
Pertemuan digelar dalam rangka memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Selandia Baru, sekaligus membahas berbagai isu strategis dan kerja sama kedua negara dalam berbagai bidang.
Baca Juga
Jokowi Interaksi dengan Koala di Sela Makan Siang KTT ASEAN-Australia
Presiden Jokowi mengapresiasi PM Luxon atas pengangkatannya dan menekankan pentingnya kemitraan strategis antara kedua negara, khususnya dalam bidang ekonomi dan pembangunan. Dalam bidang energi, Presiden Joko Widodo mengapresiasi kerja sama energi panas bumi yang erat antara kedua negara. Hal itu termasuk komitmen pendanaan NZ$ 15,6 juta dalam program Indonesia-Aoteroa New Zealand Geothermal Energy Programme (PINZ).
Presiden juga menyambut baik rencana kunjungan PM Luxon bersama misi dagang ke Jakarta tahun ini.
Pertemuan tersebut juga menyinggung tentang kerja sama kedua negara di kawasan Pasifik. Presiden Jokowi menghargai dukungan Selandia Baru terhadap implementasi ASEAN Outlook on the Indo-Pasifik dan berharap dukungan Selandia Baru dalam Pacific Islands Forum.
Sebagai penutup, Presiden Jokowi mengundang PM Luxon untuk menghadiri World Water Forum ke-10 di Bali, yang akan membahas isu-isu terkait air dan sanitasi di tengah dampak perubahan iklim global yang makin meningkat. Presiden berharap di bawah kepemimpinan PM Luxon, kerja sama Indonesia-Selandia Baru dapat terus ditingkatkan, demikian dikutip laman resmi Kemlu Rabu (6/3/2024).

