4 Tewas Akibat Kebakaran Kereta di Bangladesh, Diduga Kuat Hasil Sabotase
JAKARTA, Investortrust.id - Setidaknya empat orang tewas akibat kebakaran sebuah gerbong kereta penumpang yang menuju ibukota Dhaka, Jumat (5/1/2024). Kebakaran yang terjadi sehari sebelum digelarnya pemilihan umum yang diboikot partai oposisi ini diduga kuat dilakukan dengan sengaja oleh pihak tertentu.
Selain empat korban tewas, delapan orang dilaporkan mengalami luka-luka ketika api menyebar ke empat kompartemen Kereta Ekspres Benapole yang menuju Dhaka sekitar pukul 21.00 pada Jumat (5/1/2024).
Kejadian serupa juga pernah terjadi bulan lalu, saat para pengunjuk rasa membakar kereta api, dan menewaskan empat orang selama pemogokan yang diinisiasi oleh para oposisi di Bangladesh.
Sementara itu pejabat senior dari partai oposisi utama Bangladesh Nationalist Party (BNP) Ruhul Kabir Rizvi seperti dilansir Channelnewsasia.com mengatakan, insiden pada Jumat di Kereta Ekspres Benapole tak diragukan lagi sebagai aksi sabotase dan kekejaman terhadap kemanusiaan. Ia menuding partai berkuasa sebagai dalang dari peristiwa tersebut.
Jawaban dari partai Liga Awami sebagai incumbent belum diperoleh hingga artikel ini diturunkan.
Kebakaran kereta di daerah Wari Dhaka kemarin berhasil dikendalikan oleh tujuh unit pemadam kebakaran setelah sekitar satu jam, demikian dikatakan pejabat layanan pemadam kebakaran Shahjahan Sikder.
"Investigasi sedang berlangsung, tetapi tampaknya kereta sengaja dibakar," kata pejabat polisi kereta api, Ferdous Ahmed.
Seorang pejabat di kantor polisi Wari mengatakan polisi mencurigai "sabotase" dan akan mengonfirmasi penyebab kebakaran setelah penyelidikan.
Bicara soal konstelasi politik di Bangladesh saat ini, partai oposisi utama Bangladesh Nationalist Party (BNP), yang melakukan boikot pemilu untuk kedua kalinya dalam tiga pemilihan, menyebut pemilihan ini sebagai upaya Liga Awami pimpinan Perdana Menteri Sheikh Hasina untuk melegitimasi suara palsu yang akan memberikan partainya masa jabatan keempat kalinya secara berturut-turut.
Hasina menolak tuntutan BNP untuk mundur dan menyerahkan kekuasaan kepada otoritas netral. Sebagai balasannya, Liga Awami menuduh partai oposisi memprovokasi protes anti-pemerintah yang telah mengguncang Dhaka sejak akhir Oktober dan menewaskan setidaknya 10 orang.
BNP telah meminta warga untuk menghindari pemungutan suara dan menyuarakan aksi mogok selama dua hari di negara ini mulai hari Sabtu (6/1/2024).
Sebanyak 800.000 polisi, paramiliter, dan polisi cadangan akan menjaga bilik pemungutan suara pada hari Minggu. Pejabat militer dari angkatan darat, angkatan laut, dan angkatan udara juga telah ditempatkan di seluruh negeri untuk menjaga perdamaian.

