Mengikuti Irama Wall Street, Pasar Asia Ikut Berdenyut
JAKARTA, Investortrust.id - Pasar Asia-Pasifik cenderung menguat pada perdagangan Rabu (30/8/2023). Sebagian besar mencerminkan pergerakan di Wall Street.
Pasar saham AS diwarnai reli teknologi yang dipicu oleh pergerakan saham Nvidia pada Selasa.(29/8/2023).
Baca Juga
Saham Teknologi Topang Penguatan Wall Street, Indeks Nasdaq Melonjak 1,7%
Investor mencermati angka inflasi Australia bulan Juli. Angka inflasi ini menjadi masukan bagi keputusan kebijakan moneter Reserve Bank of Australia berikutnya yang dijadwalkan pada 5 September. Angka inflasi umum Juli berada pada angka 4,9%, lebih lemah dibandingkan angka 5,4% pada bulan Juni. S&P/ASX 200 Australia naik 1,11% setelah pengumuman..
Nikkei 225 Jepang tengah menuju kenaikan hari ketiga berturut-turut, naik 0,59%, sementara Topix juga memperpanjang kenaikan dan naik 0,65%.
Kospi Korea Selatan menguat 0,71%, sedangkan Kosdaq menguat 0,6%.
Dikutip dari CNBC.com, indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,75%, sementara pasar Tiongkok daratan juga berada di wilayah positif, dengan indeks acuan CSI 300 naik 0,43%.
Di Jakarta, Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (30/8/2023), ditutup menguat 21,45 poin (0,31%) menjadi 6.979,28.
Baca Juga
IHSG Sesi I Lagi-lagi Naik 21 Poin, Saham PGEO, JSMR, dan BSSR Cuan Besar
Selain berhasil menguat, IHSG intraday berhasil menyentuh level tertinggi baru dalam delapan bulan terakhir 7.008. Level intraday IHSG terkahir pada 5 Desember 2022 mencapai 7.053,90.

