Terdesak Serangan Israel, Lebih dari Satu Juta Warga Palestina Mengungsi di Rafah
GAZA, Investortrust.id – Akibat konflik Israel-Hamas, warga Palestina terpaksa harus menyingkir dari medan pertempuran. Sejak 7 Oktober 2023, lebih dari satu juta warga dilaporkan mengungsi di Rafah.
Baca Juga
Israel Teruskan Serangan, Malam Tahun Baru 2024 Mencekam di Jalur Gaza
Pejabat Palestina di Gaza mengatakan, jumlah pengungsi yang tiba di Rafah, di bagian paling selatan Jalur Gaza, berjumlah sekitar 1 juta orang sejak awal serangan Israel pada 7 Oktober.
"Jumlah total penduduk yang ada di Kota Rafah saat ini tidak kurang dari 1,3 juta orang, dengan penduduk kota tersebut sekitar 300 ribu jiwa," kata Kepala Kotamadya Rafah Ahmed al-Soufi kepada Kantor Berita Anadolu, Rabu.
Jumlah pengungsi di penampungan milik Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB (UNRWA) sekitar 713 ribu, termasuk mereka yang mengungsi di luar lokasi pusat penampungan tetapi terdaftar di badan PBB itu.
Al-Soufi menyebutkan dari total jumlah penduduk di kota itu, terdapat sekitar 268 ribu orang yang berada di alun-alun dan jalanan umum.
Sejak awal perang Israel, ratusan ribu warga Palestina yang melarikan diri dari serangan udara Israel di Kota Gaza telah menuju ke Rafah.
Masuknya warga dari bagian tengah dan daerah Khan Younis terus berlanjut, di tengah peringatan dari tentara agar mereka segera mengungsi.
Meski tentara Israel mengklasifikasikan daerah di Jalur Gaza selatan, termasuk Rafah, sebagai zona "aman", daerah-daerah tersebut pada kenyataannya juga dilanda serangan udara cukup intens. Serangan itu menargetkan rumah-rumah penduduk, sehingga mengakibatkan korban jiwa dan korban cedera.
Baca Juga
Konflik Berkepanjangan, WHO Sebut Warga Gaza Hadapi Kelaparan

