Yield Obligasi AS Turun, Harga Emas Naik Tipis
NEW YORK, Investortrust.id – Harga emas naik tipis pada hari Kamis (25/01/2024) terimbas penurunan imbal hasil Treasury AS.
Baca Juga
Emas Merosot di Tengah Melemahnya Ekspektasi Penurunan Suku Bunga AS
Yield obligasi AS turun setelah rilis data PDB yang menunjukkan pertumbuhan kuat dan inflasi yang mereda.
Fokus pasar kini beralih ke data PCE untuk petunjuk lebih lanjut mengenai strategi penurunan suku bunga Federal Reserve.
Harga emas di pasar spot naik 0,32% menjadi $2,019.124 per ounce. Emas berjangka AS ditutup 0,1% lebih tinggi pada $2,017.80.
“Perekonomian berjalan jauh lebih cepat dari perkiraan, namun pada saat yang sama, kita menghadapi situasi di mana inflasi sedang turun. Karena itu, kita tidak perlu bersiap menghadapi lonjakan besar dalam suku bunga,” keta Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities, seperti dikutip CNBC internasional.
Pasar secara luas memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunganya tidak berubah pada pertemuan kebijakannya pada 30-31 Januari dan memperkirakan penurunan suku bunga sebesar 89% pada bulan Mei, menurut CME FedWatch Tool.
Emas juga mendapat dukungan dari laporan terpisah yang menunjukkan klaim awal tunjangan pengangguran negara di Amerika Serikat meningkat 25.000 menjadi 214.000 yang disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir 20 Januari. Para ekonom memperkirakan 200.000 klaim pada minggu terakhir.
“Data awal klaim pengangguran menunjukkan bahwa gambaran pekerjaan memburuk, pasar tenaga kerja melemah, dan hal ini membantu emas,” kata Phillip Streible, kepala strategi pasar Blue Line Futures di Chicago.
Fokus sekarang beralih ke data pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS yang akan dirilis pada hari Jumat.
Baca Juga

