Saham di Pasar Asia-Pasifik Menguat, Indeks Nikkei 225 Terangkat 1,8%
JAKARTA, Investortrust.id – Saham di pasar Asia-Pasifik menguat setelah imbal hasil Treasury AS turun dari level tertingginya dalam 16 tahun. Selain itu, data pekerjaan AS jauh lebih rendah dari perkiraan.
Baca Juga
Cermati Data Perdagangan China dan Australia, Mayoritas Pasar Saham Asia Melemah
Di Jepang, pada perdagangan Kamis (5/10/2023), indeks Nikkei 225 diperdagangkan 1,8% lebih tinggi dan ditutup pada 31.075,36.
Indeks Topix naik 2,02%, berakhir pada 2.263,76.
Kospi Korea Selatan merosot 0,09% menjadi berakhir pada 2,403.6, sementara Kosdaq merosot 0,79% menjadi 801,02 setelah indeks harga konsumen negara tersebut untuk bulan September naik 3,7% dibandingkan tahun lalu, dan lebih tinggi dari perkiraan Reuters yang memperkirakan kenaikan sebesar 3,4%.
Di Australia, S&P/ASX 200 diperdagangkan 0,51% lebih tinggi dan berakhir pada 6.925,5.
Indeks Hang Seng Hong Kong diperdagangkan 0,33% lebih tinggi. Pasar Tiongkok tutup karena libur selama seminggu.
Di AS, ketiga indeks utama ditutup di zona hijau. Dow Jones Industrial Average memecahkan penurunan tiga hari berturut-turut dan ditutup 0,39% lebih tinggi pada 33,129.55. S&P 500 bertambah 0,81% dan ditutup pada 4.263,75. Demikian pula, Nasdaq Composite naik 1,35% menjadi ditutup pada 13.236,01.
Baca Juga
Arab Saudi dan Rusia Kurangi Pasokan Minyak Global, Pasar Saham Asia Bergerak Bervariasi

