Milisi Houthi Bertekad Tenggelamkan Kapal Inggris Selain Rubymar
JAKARTA, Investortrust.id - Milisi Houthi dari Yaman telah menyerang kapal Rubymar asal Inggris pertengahan Februari 2024 lalu. Saat itu Rubymar menjadi sasaran rudal balistik anti kapal yang ditembakkan milisi Houthi.
Berikutnya milisi yang didukung oleh Iran tersebut bertekad untuk melanjutkan serangan pada setiap kapal Inggris yang berlayar di Teluk Aden.
"Yaman akan terus menenggelamkan kapal-kapal Inggris, segala dampak atau kerusakan lainnya akan dirasakan oleh Inggris,”demikian disampaikan Hussein al-Ezzi, deputi menteri luar negeri yang dipimpin Houthi, lewat akun X (sebelumnya bernama twitter) seperti dilansir theweek.in, Senin (4/3/2024).
“Mereka adalah negara jahat yang menyerang Yaman dan bermitra dengan Amerika dalam mensponsori kejahatan yang sedang berlangsung terhadap warga sipil di Gaza,” tambahnya.
Baca Juga
Houthi Tawarkan Penyelamatan Kapal Inggris di Teluk Aden dengan Imbalan Bantuan Masuk Gaza
Sebelumnya militer AS pada hari Sabtu mengkonfirmasi bahwa Rubymar yang berbendera Belize tenggelam setelah terkena rudal anti-balistik Houthi pada 18 Februari.
Setelah dihantam rudal, kapal hanyut ke arah utara, dan sekitar 21.000 metrik ton pupuk amonium fosfat sulfat yang dibawa kapal tersebut bisa berpotensi merusak lingkungan di Laut Merah. Dalam pernyataannya militer AS juga menyebut kebocoran bahan bakar minyak dari mesin berpotensi menimbulkan terganggunya keseimbangan ekosistem laut.
Rubymar saat ini dalam kondisi terkatung-katung setelah ditinggalkan awaknya selama 12 hari, setelah serangan. Beberapa upaya telah dilakukan untuk menarik kapal tersebut.
Intensitas serangan di Laut Merah dari kelompok Houthi sejak November tahun lalu telah mengganggu pelayaran global, dan memaksa perusahaan-perusahaan untuk mengubah rute ke perjalanan yang lebih lama dan lebih mahal di sekitar Afrika bagian selatan.
AS dan Inggris melancarkan serangan terhadap sasaran Houthi di Yaman pada bulan Januari sebagai pembalasan atas serangan terhadap kapal-kapal Laut Merah. Belakangan Houthi bersumpah mereka akan terus menargetkan kapal-kapal tersebut sampai Israel menghentikan operasi tempurnya di Gaza.

