Jeda Kemanusiaan Dinilai Tidak Cukup, PBB Dorong Gencatan Senjata Permanen
WASHINGTON, Investortrust.id – Jeda kemanusiaan di Jalur Gaza dinilai tidak cukup untuk menyelesaikan konflik Israel-Hamas. Karena itu, banyak pihak mendorong gencatan senjata permanen.
Baca Juga
Agar Semua Sandera Bisa Dibebaskan, AS Berharap Gencatan Senjata di Gaza Diperpanjang Lagi
Sekjen PBB Anfonio Guterres misalnya, mendorong gencatan senjata penuh di Jalur Gaza dan mengatakan bahwa jeda kemanusiaan antara Israel dan kelompok perlawanan Hamas Palestina tidak menyelesaikan masalah utama.
"Pertama-tama, saya ingin mengatakan bahwa jeda kemanusiaan merupakan langkah ke arah yang benar - merupakan simbol harapan, tetapi itu tidak menyelesaikan masalah utama yang kita hadapi," kata Antonio Guterres dalam konferensi pers dengan Ketua Komisi Uni Afrika Moussa Faki, Selasa (28/11/2023), seperti dikutip Antara.
"Oleh karena itu, kami menekankan perlunya gencatan senjata kemanusiaan yang mengarah pada pembebasan sandera tanpa syarat dan segera, serta kemungkinan memberikan bantuan kemanusiaan secara efektif kepada seluruh warga di Gaza, di mana pun mereka tinggal," tambahnya.
Ketika ditanya tentang pesannya kepada pemerintah Israel yang mengatakan pertempuran akan berlanjut ketika jeda berakhir, Guterres mengatakan: "Pesan saya sangat jelas. Kita memerlukan gencatan senjata kemanusiaan."
"Kita mengalami situasi kemanusiaan yang dramatis. Pada saat yang sama, kami ingin pembebasan penuh seluruh sandera yang kami yakini harus dilakukan tanpa syarat dan segera, tetapi kita juga memerlukan gencatan senjata kemanusiaan di Gaza, sekarang juga," katanya.
Baca Juga
Akibat Konflik Israel-Hamas, Warga Tewas di Gaza Capai Lebih dari 15 Ribu

