Inilah 3 Saham Favorit AI Warren Buffet
JAKARTA, investotrust.id - Chief Executive Officer Berkshire Hathaway, Warren Buffett mengidentifikasi perusahaan berkualitas tinggi untuk investasi jangka panjang. Perusahaan tersebut direkomendasikan karena berinvestasi dalam revolusi kecerdasan buatan (AI) dan terbukti bermanfaat bagi investor ritel.
Seperti yang dikutip pada fool.com, berikut ketiga saham rekomendasi Buffett yang dapat membantu membawa portofolio ke level berikutnya.
1. Apple (AAPL)
Apple merupakan perusahaan publik paling berharga di dunia dengan kapitalisasi pasar sekitar US$ 2,8 triliun. APPL menjadi porsi saham terbesar dalam portofolio Berkshire Hathaway, mencakup sekitar 47% dari total kepemilikan saham konglomerat investasi tersebut.
Meskipun agak tertutup mengenai inisiatif AI-nya, Apple sebagai raksasa teknologi ini memiliki basis pengguna yang sangat besar yang menyukai perangkat seluler, komputer, perangkat keras, perangkat lunak, dan layanan lainnya. Dan Apple bisa meraup keuntungan besar dalam hal ini. Selain itu, basis pengguna yang besar menjadi data berharga yang dapat dimasukkan ke dalam algoritma kecerdasan buatan.
Jika layanan asisten pribadi didukung AI menjadi kategori layanan baru yang revolusioner seperti yang diprediksi oleh beberapa tokoh teknologi dan analis, Apple bisa menjadi pemenang besar dalam bidang tersebut.
2. Amazon (AMZN)
Setelah bertahun-tahun absen, Berkshire Hathaway akhirnya membuka posisi Amazon pada tahun 2019. Buffett menyesal tidak mengikuti kisah pertumbuhan raksasa e-commerce dan komputasi awan ini sebelumnya. Berkshire memiliki saham Amazon senilai sekitar US$ 1,5 miliar, setara 0,4% dari total portofolio saham Berkshire.
Selain itu, kecerdasan buatan saat ini mulai memainkan peran besar dalam pertumbuhan Amazon. Amazon Web Services memiliki pangsa pasar infrastruktur cloud terdepan dan merupakan tujuan utama ketika pengembang ingin membangun, meluncurkan, dan menskalakan layanan AI.
3. Snowflake
Sebagian besar organisasi besar mengandalkan layanan dari penyedia cloud yang berbeda. Meskipun pengaturan multi-cloud sudah menjadi hal yang biasa.
Platform Data Cloud Snowflake membantu organisasi mengatasi hambatan antara platform infrastruktur cloud. Perangkat lunak Snowflake mendukung hal tersebut, dan perusahaan mendorong kemajuan AI.
Untuk tahun fiskal 2024, yang akan berakhir pada 31 Januari, perusahaan mengharapkan pendapatan produk sebesar US$ 2,65 miliar. Pada 2029, Snowflake memprediksi penjualan sekitar US$10 miliar.
Posisi Snowflake di portofolio Berkshire Hathaway hanya menyumbang 0,3%.

