Moody’s Analytics Perkirakan Pertumbuhan Perekonomian Cina Melambat
JAKARTA, investortrust.id - Meski didukung banyak pemberian stimulus, perekonomian Tiongkok diperkirakan tumbuh melambat pada kuartal III-2023. Moody’s Analytics memperkirakan, perekonomian Cina pada kuartal ketiga yang berakhir September lalu kemungkinan hanya tumbuh 0,8% dari kuartal sebelumnya atau tumbuh 4,4% dari kuartal ketiga tahun 2022 (year on year/yoy). Pada kuartal kedua 2023, pertumbuhan mencapai 6,3% yoy, meleset dari proyeksi 6,9%.
Produksi industri diperkirakan tumbuh 4,9% yoy pada September 2023, dengan penarikan persediaan lebih awal mendorong peningkatan output. Moody’s Analytics memperkirakan lebih lanjut, dengan banyaknya rumah tangga yang keluar rumah, penjualan ritel pada September 2023 naik 4,5% dibanding September 2022 atau kira-kira sejalan dengan peningkatan di Agustus 2023.
“Namun, kapitulasi pasar properti kemungkinan besar menghambat investasi pada September 2023, sebuah kisah yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Secara keseluruhan, perekonomian Tiongkok pada kuartal ketiga yang berakhir September lalu kemungkinan tumbuh 0,8% dari kuartal sebelumnya dan tumbuh 4,4% dari kuartal ketiga tahun 2022,” papar Moody’s Analytics dalam keterangan yang diterima pada Senin (16/10/2023).
Cina yang memiliki populasi 1,43 miliar tahun 2022 atau terbanyak di dunia menurut Persatuan Bangsa-Bangsa itu merupakan negara tujuan ekspor nonmigas terbesar Indonesia. Negara komunis ini juga menjadi negara asal impor nonmigas terbesar RI.
