Dow Jones dan S&P 500 Menguat, Nasdaq Anjlok
NEW YORK, Investortrust.id – Pasar saham Amerika Serikat (AS) sebagian besar menguat pada penutupan perdagangan Rabu waktu AS atau Kamis (21/02/2024).
Baca Juga
Wall Street Anjlok, S&P 500 dan Nasdaq Merosot Terseret Saham Teknologi
Dari tiga indeks utama Wall Street, hanya Nasdaq Composite yang anjlok. Nasdaq mencatatkan pelemahan tiga hari beruntun. Para trader menantikan laporan pendapatan kuartalan terbaru Nvidia.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 48,44 poin atau 0,13% menjadi 38.612,24. Sedangkan S&P 500 menguat 0,13% berakhir pada 4.981,8. Sementara itu, Nasdaq Composite yang sarat teknologi jatuh 0,32% menjadi 15.580,87.
Nvidia mempublikasikan hasil fiskal kuartal keempat setelah penutupan. Kekhawatiran seputar valuasi Nvidia yang tinggi meningkat menjelang publikasi, karena saham pembuat chip tersebut telah melaju hampir 230% selama setahun terakhir. Saham Nvidia melonjak 6% setelah penutupan perdagangan Rabu.
Kepala strategi global LPL Financial, Quincy Krosby mengatakan ekspektasi pemangkasan suku bunga baru-baru ini telah memudar. Hal ini menyebabkan saham tidak memiliki katalis yang jelas, menjadikan pendapatan dan panduan sebagai katalis terbaik berikutnya untuk melanjutkan pertumbuhan di pasar ekuitas.
“Pasar semakin cerdas. Nvidia dapat memberikan hasil, seperti yang mereka lakukan pada musim pendapatan terakhir, namun hal tersebut mungkin tidak cukup untuk pasar yang sangat membutuhkan lebih banyak lagi dari para superstar dan Nvidia telah dijuluki sebagai superstar di dunia mega teknologi,” kata Krosby, seperti dikutip CNBC.
Saham Palo Alto Networks merosot 28,4% setelah perusahaan keamanan siber tersebut memangkas panduan pendapatan setahun penuhnya. Teknologi SolarEdge turun sekitar 12,2% karena panduan kuartal pertama yang lemah.
Risalah pertemuan The Fed Januari yang dirilis pada Rabu menunjukkan, para pejabat bank sentral tidak terburu-buru untuk memangkas suku bunga. Pejabat The Fed telah memutuskan untuk tidak mengubah suku bunga acuan dan juga mengindikasikan bahwa tidak akan ada penurunan suku bunga sampai FOMC memiliki keyakinan yang lebih besar terkait inflasi.
Baca Juga
Risalah FOMC Indikasikan The Fed Belum Percaya Diri Turunkan Suku Bunga Segera

