‘Selepetan Daud’ Ikut Tangkis Serangan Rudal Iran, Apa Itu?
JAKARTA, investortrust.id – Iran telah melakukan serangan balasan terhadap Israel, setelah gedung konsulatnya di Damaskus, Suriah diserang rudal Israel dan mengakibatkan sejumlah petinggi militernya tewas. Minggu pagi (14/4/2024) Israel menerima lebih dari 300 rudal dari Iran, dan sebanyak 99% dari rudal kiriman Iran tersebut berhasil ditangkis di udara.
Sejauh ini sistem pertahanan Iron Dome milik Israel telah sering dianggap sebagai perisai yang cukup ampuh melindungi teritorinya dari serangan rudal, sejak serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober 2023.
Namun di luar Iron Dome, Israel punya sistem persenjataan yang dinilai cukup ampuh untuk menangkis serangan udara dari musuh-musuhnya, salah satunya adalah Katapel Daud, atau David’s Sling. David’s Sling alias ‘Ketapel Daud’ ini menjadi alutsista pelindung dari ancaman jarak pendek dan menengah, yang porsinya dan kapabilitasnya berada di bawah Iron Dome.
Dilansir CNN, Minggu (14/4/2024) yang mengutip Organisasi Pertahanan Rudal (IMDO) Israel, Katapel Daud, atau mungkin orang di Jakarta akan biasa menyebut ‘Selepetan Daud’, adalah sebuah proyek gabungan antara Sistem Pertahanan Lanjutan Rafael milik Israel dengan raksasa pertahanan AS, Raytheon. Proyek ini menggunakan Stunner dan pencegat kinetik hit-to-kill SkyCeptor untuk menghancurkan target sejauh 186 mil, demikian menurut proyek Ancaman Rudal di Center for International and Strategic Studies (CSIS) AS.
Baca Juga
3 Negara Ikut Tangkis 300 Rudal Iran ke Israel, Siapa Mereka?
Sekadar gambaran, Stunner adalah nama yang digunakan untuk rudal pertahanan udara yang dikembangkan oleh Israel. Ini adalah komponen dari sistem pertahanan rudal anti-ballistic Iron Dome yang digunakan untuk mendeteksi, melacak, dan menghancurkan rudal-rudal yang ditembakkan menuju wilayah yang dilindungi.
Sementara SkyCeptor adalah rudal pertahanan udara yang dikembangkan oleh perusahaan Raytheon dan dilengkapi dengan kemampuan anti-ballistic. Rudal ini adalah bagian dari sistem pertahanan rudal anti-ballistic yang dirancang untuk menghadapi ancaman rudal balistik seperti rudal balistik jarak menengah dan jarak pendek. Rudal SkyCeptor memiliki kemampuan untuk mendeteksi, melacak, dan menghancurkan target-target yang terbang pada ketinggian menengah hingga tinggi.
SkyCeptor menggunakan teknologi canggih untuk mengidentifikasi dan mengunci target dengan presisi tinggi, serta memiliki kemampuan manuverabilitas yang baik untuk menghadapi ancaman yang bergerak cepat. Rudal ini biasanya digunakan sebagai komponen dari sistem pertahanan udara terpadu yang meliputi radar, sensor, dan sistem komando-kontrol untuk menyediakan perlindungan terhadap ancaman udara yang beragam.
Nah, di atas Ketapel Daud, masih ada sistem pertahanan Arrow 2 dan Arrow 3 Israel, yang dikembangkan bersama dengan Amerika Serikat.
Arrow 2 menggunakan hulu ledak fragmentasi untuk menghancurkan rudal balistik yang masuk dalam fase terminal saat mereka menukik menuju target di lapisan atas atmosfer, demikian menurut CSIS.
Arrow 2 memiliki jangkauan 56 mil dan ketinggian maksimum 32 mil, seperti dikutip dari Aliansi Advokasi Pertahanan Rudal, yang menyebut Arrow 2 merupakan peningkatan dari pertahanan rudal Patriot AS yang pernah digunakan Israel dalam perang.
Sementara itu, Arrow 3 menggunakan teknologi hit-to-kill untuk mencegat rudal balistik yang masuk di luar angkasa, sebelum memasuki kembali atmosfer saat perjalanan menuju sasaran.

