Pasokan Global Makin Ketat, Harga Minyak Diperkirakan Terus Bergerak Naik
NEW YORK, Investortrust.id – Setelah mengalami penurunan dua minggu berturut-turut, harga minyak mentah mulai bergerak naik. Hal ini didukung oleh ekspektasi makin ketatnya pasokan minyak global.
Baca Juga
Harga Emas Menguat Tipis Setelah Data Lapangan Kerja AS Memberi Harapan
Harga minyak menguat pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), terangkat ke level tertinggi dalam lebih dari setengah tahun.
Kelompok negara-negara pengekspor minyak (OPEC) dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, diperkirakan akan memperpanjang pengurangan produksi hingga akhir tahun.
Minyak mentah West Texas Intermediate AS (WTI) naik 81 sen, atau 1%, menjadi $84,45 per barel, sementara minyak mentah Brent naik 82 sen, atau 0,9%, menjadi $87,65 per barel. WTI telah meningkat lebih dari 5% selama seminggu, sementara Brent naik sekitar 3%.
Para analis memperkirakan Arab Saudi akan memperpanjang pengurangan produksi minyak secara sukarela sebesar 1 juta barel per hari hingga bulan Oktober, menambah pemotongan yang dilakukan oleh
“Kami terus memperkirakan pemotongan akan diperpanjang, dengan harga di atas US$90/bbl (secara berkelanjutan) diperlukan untuk menarik pasokan OPEC kembali ke pasar, serta memberi insentif kepada produsen minyak serpih AS untuk meningkatkan aktivitas pengeboran,” kata National Australia Bank. dalam catatan klien pada hari Jumat, seperti dikutip CNBC.com.
Rusia, eksportir minyak terbesar kedua di dunia, juga telah sepakat dengan mitra OPEC+ untuk mengurangi ekspor minyak, kata Wakil Perdana Menteri Alexander Novak pada hari Kamis.
Persediaan minyak mentah AS turun lebih dari perkiraan sebesar 10,6 juta barel pada minggu lalu, menurut data pemerintah pada hari Rabu. Persediaan minyak mentah komersial telah anjlok 34 juta barel sejak pertengahan Juli.
Para pedagang dan investor sering kali memperlakukan perubahan dalam persediaan AS sebagai proksi perubahan dalam keseimbangan produksi-konsumsi global, dan harga spot serta spreac dapat naik jika terjadi penipisan stok secara terus-menerus.
“Tanda-tanda permintaan yang lebih kuat juga terlihat jelas di pasar produk, dengan permintaan bensin yang terdorong lebih tinggi untuk pertama kalinya dalam tiga minggu,” kata ANZ dalam catatan penelitiannya pada hari Jumat.
Baca Juga
Sebuah survei yang menunjukkan aktivitas pabrik di Tiongkok kembali berekspansi dan langkah Beijing untuk mendukung pasar perumahan Tiongkok yang melemah juga membantu meningkatkan harga minyak pada hari Jumat, karena para pedagang berharap hal tersebut akan merangsang permintaan di konsumen minyak terbesar kedua di dunia.

