Penurunan Suku Bunga AS Lebih Lambat, Imbal hasil Treasury 10-tahun Melonjak
NEW YORK, Investortrust.id - Imbal hasil obligasi Treasury 10-tahun melonjak karena investor mempertimbangkan arah suku bunga ke depan dan anggapan bahwa pemotongan mungkin dilakukan lebih lambat dari perkiraan.
Baca Juga
Imbal Hasil Treasury 10-tahun Jatuh di Bawah 4% Setelah Keputusan The Fed
Mengutip CNBC, imbal hasil Treasury 10-tahun naik lebih dari 13 basis poin menjadi 4,168%. Imbal hasil Treasury 2 tahun melonjak hampir 11 basis poin menjadi 4,478%.
Data baru yang keluar pada hari Senin menunjukkan sektor jasa AS berkembang lebih cepat dari perkiraan pada bulan Januari dan tumbuh selama 13 bulan berturut-turut. Temuan ini berkontribusi terhadap kenaikan imbal hasil (yield) yang lebih tinggi.
Investor juga mempertimbangkan prospek suku bunga ke depan karena Ketua Federal Reserve Jerome Powell menegaskan kembali bahwa bank sentral akan berhati-hati dalam hal penurunan suku bunga dan laju penurunan suku bunga kemungkinan akan lebih lambat dari perkiraan pasar.
Banyak investor berharap agar The Fed segera menurunkan suku bunganya karena kekhawatiran mengenai dampak kenaikan suku bunga terhadap perekonomian terus berlanjut.
Namun, para pedagang menjadi lebih berhati-hati terhadap prospek penurunan suku bunga dalam beberapa hari terakhir setelah The Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah untuk keempat kalinya berturut-turut, dan mengindikasikan bahwa penurunan suku bunga kemungkinan tidak akan dimulai pada bulan Maret.
Pada Senin sore, kemungkinan penurunan suku bunga pada bulan Maret telah menurun menjadi 16,5%, menurut alat FedWatch CME Group.
Baca Juga
Powell Beri Sinyal Baru Soal Arah Suku Bunga Fed 2024, Apa Itu?

