Wall Street Ambruk Terimbas Data Inflasi, Dow Jones Anjlok Lebih dari 500 poin
NEW YORK, Investortrust.id – Pasar saham Amerika Serikat (AS) turun tajam pada Selasa waktu AS atau Rabu (14/02/2024).
Baca Juga
Saham Teknologi ‘Megacap’ Dongkrak Wall Street, S&P 500 Ditutup di Atas 5.000
Saham-saham melemah setelah data inflasi bulan Januari yang lebih tinggi dari perkiraan. Imbal hasil Treasury meningkat dan pasar ragu Federal Reserve akan mampu menurunkan suku bunga beberapa kali tahun ini.
Indeks Dow Jones kehilangan 524,63 poin, atau 1,35%, ditutup pada 38,272.75 dalam sesi terburuk sejak Maret 2023 berdasarkan persentase. Pada titik terendahnya, Dow merosot 757,52 poin atau 1,95%.
S&P 500 turun 1,37% ditutup pada 4,953.17, sedangkan Nasdaq Composite turun 1.8% menjadi 15,655.60.
Russell 2000 anjlok hampir 4% yang merupakan sesi terburuk sejak Juni 2022.
Indeks harga konsumen naik 0,3% di bulan Januari dari bulan Desember. CPI naik 3,1% secara tahunan. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan CPI meningkat sebesar 0,2% bulan ke bulan di bulan Januari dan 2,9% dari tahun sebelumnya.
Harga inti, tidak termasuk komponen pangan dan energi yang mudah berubah, naik 0,4% bulan ke bulan dan 3,9% dari tahun lalu. CPI Inti diperkirakan meningkat masing-masing 0,3% di bulan Januari dan 3,7% dari tahun sebelumnya.
“Ini mungkin menjadi alasan yang mudah untuk mengambil sebagian dari pasar yang secara universal telah lebih tinggi sepanjang tahun ini,” kata Art Hogan, kepala strategi pasar di B. Riley Financia, seperti dikutip CNBC internasional.
“IHK, seperti yang dilaporkan hari ini, sedikit lebih tinggi dari ekspektasi dan merupakan bukti positif bahwa kita tidak berada pada jalur linier, namun berada pada jalur menuju penurunan,” tambahnya.
Imbal hasil Treasury 2 tahun melonjak di atas 4.66%, dan imbal hasil 10 tahun mencapai 4,32% setelah data CPI.
Saham teknologi termasuk Microsoft dan Amazon, yang telah mendorong pergerakan pasar ke rekor tertinggi, memimpin kerugian pada perdagangan Selasa. Microsoft dan Amazon masing-masing kehilangan lebih dari 2%.
JetBlue Airways melonjak hampir 22% setelah investor Carl Icahn melaporkan kepemilikan hampir 10% saham di maskapai tersebut. Pembuat mainan Hasbro kehilangan 1,4% setelah meleset dari ekspektasi analis untuk kuartal keempat. Saham Avis Budget Group tergelincir sekitar 23% karena pendapatan kuartal keempat yang mengecewakan.
Baca Juga
Nasdaq dan S&P 500 Melemah, Dow Jones Melaju ke Level Tertinggi Baru

