Presiden Terpilih Harus Paham Politik Perdagangan Internasional
JAKARTA, Investortrust.id - Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus menyebutkan bahwa Presiden RI yang terpilih pada pilpres 2024 mendatang harus memahami masalah politik perdagangan internasional.
Salah satu masalah yang harus menjadi perhatian pemerintah adalah hambatan non tarif oleh negara mitra dagang, yang dipastikan akan mengganggu kinerja ekspor Indonesia.
“Politik perdagangan internasional ke depan semakin tidak menentu. Ini cukup menarik dan pemimpinnya harus paham begini-begini,” ucapnya dalam diskusi virtual yang dikutip Kamis, (21/12/2023).
Baca Juga
Indef Beberkan ‘PR’ Perdagangan Internasional untuk Pemerintahan Baru
Lebih lanjut, Ahmad pun mencontohkan salah satu kendala hambatan non tarif negara mitra terjadi semisal ketika Indonesia memberhentikan ekspor nikel, hal ini dibalas dengan langkah mempersulit RI saat ingin mengekspor produk lainnya.
“Dia (negara lain) bikin kayak semacam ‘pembalasan’ dipersusah kita jualan ke sana. Barang-barang kita dibilang pakai energi beremisi tinggi, nanti mau dikasih tarif,” terang Ahmad.
“Kemudian sawit atau produk-produk perkebunan kita masih dianggap sebagai produk yang dihasilkan dengan cara tidak ramah lingkungan,” tambahnya.

