Setelah Melonjak 7,5%, Harga Minyak Mentah Dunia Kini Bergerak Stabil
JAKARTA, Investortrust.id - Harga minyak dunia bergerak stabil pada perdagangan Selasa (17/10/2023) setelah sempat turun lebih dari US$1 per barel pada hari Senin (16/10/2023). Stabilnya harga minyak mentah dunia ini terjadi di tengah harapan bahwa AS akan meringankan sanksi terhadap Venezuela sebagai salahs atu negara produsen minyak terbesar dunia. Langkah Washington untuk mencegah meningkatkan eskalasi perang antara Israel dan Hamas juga menjadi salah satu pil penenang pasar hari ini.
Di bursa Brent Future, harga minyak mentah terpantau naik US$27 sen menjadi US$89,92 per barel, sementara minyak mentah di pasar West Texas Intermediate AS justru terkerek US$11 sen menjadi US$86,77 per barel.
Baca Juga
Tertekan Harga Minyak dan Ekspektasi Inflasi, S&P 500 dan Nasdaq Melemah
Pemerintahan Venezuela dan oposisi diberitakan akan mennjadwalkan pembicaraan lanjutan yang lama terhenti pada hari ini. Disampaikan Presiden Nicolas Maduro seperti dilansir Reuters, dialog ini akan bermanfaat bagi pemilihan 2024 yang akan datang, dan menjadi langkah yang bisa mengarah pada pelonggaran sanksi oleh Washington.
Sedikit informasi, sejak tahun 2019AS telah menerapkan sanksi pelarangan ekspor minyak mentah oleh Venezuela selaku anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC). Sanksi diberikan sebagai hukuman terhadap pemerintahan Maduro yang pada pemilihan tahun 2018 dianggap menggelar pemilu palsu, dan melakukan pelanggaran hak asasi manusia.
Harga acuan pada dua bursa minyak mentah tadi sempat melonjak pekan lalu karena kekhawatiran bahwa konflik di Timur Tengah bisa meluas, sehingga harga minyak di Brent sempat mencapai kenaikan mingguan tertinggi sebesar 7,5% sejak Februari 2023.
Baca Juga
Ketegangan Geopolitik Meningkat, Harga Minyak Melonjak Hampir 6%
Presiden AS Joe Biden dikabarkan akan melakukan kunjungan ke Israel pada Rabu (18/10/2023) saat Israel bersiap mengintensifkan serangan terhadap militan Hamas di Gaza. Serangan tersebut telah memicu krisis kemanusiaan di Gaza dan menimbulkan kekhawatiran konflik akan meluas dengan Iran.
"Risikonya masih ada, dengan menteri luar negeri Iran memperingatkan bahwa kemungkinan perluasan perang ke front lain mendekati tahap yang tidak dapat dihindari," kata ANZ Research dalam catatan pada hari Selasa dikutip Reuters.
Pemerintahan Biden telah mencari cara untuk meningkatkan aliran minyak ke pasar dunia guna meredakan harga yang tinggi. Namun, peningkatan produksi minyak oleh Venezuela akan memerlukan waktu karena kurangnya investasi.

