Cisco Systems Bakal PHK Ribuan Orang Secara Global
JAKARTA, Investortrust.id - Cisco Systems mengumumkan rencana untuk memotong 5% dari total karyawan globalnya. Artinya perusahaan konglomerasi teknologi komunikasi digital multinasional yang berkantor pusat di San Jose, California, AS ini akan mengurangi lebih dari 4.000 karyawan, dan menurunkan target pendapatan tahunannya sebagai bentuk upaya perusahaan menavigasi periode ekonomi yang sulit.
Cisco SystemsIncmengembangkan, memproduksi, dan menjual perangkat keras jaringan, perangkat lunak, peralatan telekomunikasi, dan layanan serta produk teknologi tinggi lainnya.
Saham produsen perangkat jaringan tersebut turun lebih dari 5% dalam perdagangan yang diperpanjang pada hari Rabu, setelah Cisco menurunkan proyeksi pendapatan menjadi US$51,5 miliar hingga US$52,5 miliar, dari US$53,8 miliar hingga US$55 miliar, yang diproyeksikan sebelumnya.
"Kami juga terus melihat melemahnya permintaan dari pelanggan penyedia layanan telekomunikasi dan kabel," kata CEO Charles Robbins dalamsebuah pernyataan yang dikutip Reuters, Kamis (15/2/2024).
Para analis memperkirakan permintaan atas produk Cisco akan tetap tertekan, karena klien dalam industri telekomunikasi saat ini membatasi pengeluaran, memprioritaskan penghapusan persediaan berlebih perangkat jaringan mereka.
Baca Juga
Penumpukan inventaris perangkat keras jaringan seharusnya terselesaikan pada paruh kedua tahun 2024 atau awal tahun 2025, kata Joe Brunetto, analis di Third Bridge.
Sementara itu, Cisco dilaporkan tengah fokus pada kecerdasan buatan dan kemitraan dengan Nvidia untuk meningkatkan pertumbuhan. CEO Robbins mengatakan bahwa Nvidia setuju untuk menggunakan ethernet Cisco dengan teknologi mereka sendiri yang banyak digunakan dalam pusat data dan aplikasi kecerdasan buatan.
Cisco mengharapkan pendapatan kuartal ketiga antara US$12,1 miliar dan US$12,3 miliar, di bawah perkiraan US$13,1 miliar, menurut data LSEG.Perusahaandengan jumlah karyawan sebanyak 85.000 orang ini berencana melakukan pemutusan hubungan kerja dan restrukturisasi, untuk fokus pada area pertumbuhan tinggi, demikian sumber mengatakan kepada Reuters.
Perusahaan harus merogoh dana US$ 800 juta untuk membiayai pesangon para pkaryawan yang di-PHK di luar pajak. Pengeluaran ini akan dicatatkan pada pembukuan paruh pertama tahun fiskal 2025.Pada kuartal kedua, Cisco mencatat keuntungan disesuaikan sebesar US$ 87 sen per saham dan pendapatan sebesar US$ 12,79 miliar, kedua-duanya di atas perkiraan LSEG.

