Usia 35 Tahun, Pengusaha Pisang Daniel Noboa Terpilih Jadi Presiden Ekuador
JAKARTA, Investortrust.id - Ketika di Indonesia sedang ramai silang pendapat tentang usia presiden, yang saat ini disyaratkan minimal 40 tahun, di Ekuador telah terpilih seorang presiden baru berusia 35 tahun.
Baca Juga
MK: Syarat Capres dan Cawapres Berusia 40 Tahun atau Pernah Jadi Kepala Daerah
Adalah Daniel Noboa, seorang pengusaha muda, yang berhasil memenangkan pemilihan umum, dan menjadi presiden baru di negara itu.
Daniel Noboa, kelahiran 1987, terpilih menjadi presiden baru Ekuador setelah memenangkan pemilihan umum pada Minggu, 15 Oktober 2023.
Noboa tanpa disangka lolos ke putaran kedua pada pemilu awal. Janjinya sebagai presiden adalah untuk meningkatkan perekonomian dan menciptakan lapangan kerja bagi kaum muda, serta menampung para penjahat berbahaya di kapal penjara.
Ia berjanji untuk membangun kembali Ekuador yang sedang berjuang melawan lemahnya perekonomian dan meningkatnya kejahatan dan kekerasan.
“Besok kami mulai bekerja untuk Ekuador baru, kami mulai bekerja untuk membangun kembali negara yang dilanda kekerasan, korupsi, dan kebencian,” kata Noboa kepada para pendukungnya dalam sambutan singkat di kota tepi pantai Olon, seperti dikutip Reuters.
Noboa akan menghadapi tantangan besar dalam memperbaiki perekonomian negara Amerika Selatan tersebut, yang mengalami kesulitan sejak pandemi Covid-19 dan mendorong ribuan warga Ekuador untuk bermigrasi.
Noboa juga akan menghadapi tingkat kejahatan Ekuador yang naik secara tajam, termasuk peningkatan pembunuhan, perampokan, dan kerusuhan di penjara.
Noboa, sebelumnya mengatakan dirinya akan menjadi presiden termuda Ekuador.
Dengan masa jabatan di Ekuador yang dipersingkat dari Desember tahun ini hingga Mei 2025, ia hanya mempunyai waktu 17 bulan untuk memerintah.
Noboa dapat kembali mencalonkan diri pada pemilu 2025 yang dijadwalkan secara rutin.
Pengusaha pisang
Noboa lahir pada 30 November 1987 di Guayaquil, Ekuador. Ayah Noboa, Alvaro, dikenal sebagai miliarder pisang ternama di negara Amerika Latin itu.
Noboa meraih gelar sarjana administrasi bisnis dari New York University. Noboa lalu memegang gelar master dari tiga universitas, yaitu Harvard, Northwestern, dan George Washington.
Pada usia 18 tahun, Noboa membangun perusahaan sendiri, tapi kemudian bergabung dengan grup bisnis keluarga.
Ayah Noboa adalah konglomerat pisang dan orang terkaya di Ekuador, Álvaro Noboa, yang beberapa kali gagal dalam upayanya untuk menjadi presiden.
Noboa telah memenangkan lebih dari 52% suara, unggul dari lawannya di sayap kiri Luisa Gonzalez yang mendapatkan 48%.
Saat penghitungan suara terakhir dilakukan, dengan lebih dari 90 persen kotak suara telah dihitung, para pendukung Noboa meramaikan jalan-jalan Guayaquil untuk merayakan kemenangannya.
“Kita membutuhkan darah baru dan bukan politik lama yang telah banyak merugikan kita,” kata mahasiswa Eduardo Chavez, 23 tahun. “Presiden kita tidak boleh membuang waktu dan harus bekerja keras untuk mengerem ketidakamanan.”
Sebagai kandidat muda, Noboa mencoba merayu kaum muda dengan mengadakan acara di universitas menjelang akhir kampanye, sama seperti yang dilakukan lawannya, Gonzalez. Sekitar seperempat dari 13 juta warga Ekuador yang diwajibkan memilih berusia antara 18 dan 29 tahun.
Setelah kemenangan itu, Luisa Gonzalez, yang menjadi lawan Noboa dalam pemilihan, juga telah memberi selamat atas kemenangan Noboa..
Baca Juga
Gibran Berpelung Jadi Cawapres? Palu Hakim MK Siap Diketok 16 Oktober Ini

