Gencatan Senjata di Selatan Gaza Gagal, Bom Jatuh di Rafah
JAKARTA, Investortrust.id - Harapan terjadinya gencatan senjata singkat di selatan Gaza pada Senin 16 Oktober 2023, untuk memungkinkan warga asing bisa meninggalkan Palestina yang terkepung, serta agar bantuan kemanusiaan dapat masuk, gagal terwujud. Pasalnya serangan Israel semakin meningkat menjelang invasi darat yang diharapkan. Bahkan sebuah rekaman video memunculkan gambar bom Israel yang dijatuhkan di perbatasan Palestina – Mesir, Rafah.
Warga Gaza mengatakan bahwa serangan udara sejak Minggu malam merupakan yang paling berat dalam sembilan hari konflik. Banyak rumah hancur dan jumlah kematian terus bertambah, demikian seperti dilansir Channelnewsasia, Senin (16/10/2023) waktu setempat.
Upaya diplomatik telah dilakukan untuk membawa bantuan ke Gaza, yang telah menderita serangan bom Israel yang tak kenal lelah sejak serangan pada tanggal 7 Oktober oleh militan Hamas.
Baca Juga
Israel telah memberlakukan blokade penuh dan sedang mempersiapkan invasi darat untuk memasuki Gaza dan menghancurkan Hamas. Hamas sendiri dilaporkan terus menembakkan roket ke Israel sejak serangan singkat lintas perbatasan mereka. Sementara itu pasukan dan tank Israel telah terkonsentrasi di perbatasan.
Pihak berwenang di Gaza mengatakan etidaknya 2.750 orang tewas akibat serangan Israel, seperempat dari mereka adalah anak-anak, dan hampir 10.000 lainnya terluka. Lebih dari 1.000 orang dilaporkan hilang dan diperkirakan masih tertimbun di bawah reruntuhan.
Sementara krisis kemanusiaan semakin dalam, dengan persediaan makanan, bahan bakar, dan air yang semakin menipis.Ratusan ton bantuan dari beberapa negara tertahan diRafah,perbatasan Mesir – Palestina. Mereka menunggu kesepakatan untuk pengiriman secara aman ke Gaza.
Sebelumnya pada hari Senin, sumber keamanan Mesir mengatakan kepada Reuters bahwa telah dicapai kesepakatan untuk membuka perlintasan perbatasan tersebut guna memungkinkan bantuan masuk ke daerah tersebut.
Baca Juga
Namun, kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membantahnya. "Saat ini belum ada gencatan senjata dan bantuan kemanusiaan di Gaza serta evakuasi warga asing."
Pejabat Hamas, Izzat El Reshiq, mengatakan kepada Reuters bahwa tidak ada kebenaran dalam laporan tentang pembukaan perlintasan dengan Mesir atau gencatan senjata sementara.
Sementara Mesir mengatakan perlintasan tersebut tetap terbuka dari sisi Mesir dalam beberapa hari terakhir, tetapi tidak dapat digunakan karena serangan Israel di sisi Palestina.

