Pemerintah Belanda Ucapkan Selamat pada Prabowo
JAKARTA, Investortrust.id – Setelah sejumlah kepala negara mengucapkan selamat kepada Prabowo Subianto yang telah memperoleh angka kemenangan dalam Pemilihan Presiden 2024 versi hitung cepat, giliran Pemerintah Belanda menyampaikan selamat.
Ucapan selamat disampaikan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte, lewat akun X (sebelumnya bernama twitter) resmi miliknya, @MinPres pada Jumat (16/2/2024).
“Saya telah mengucapkan selamat pada @Prabowo Subianto menyusul hasil proyeksi pemilihan umum di Indonesia kemarin. Saya menantikan untuk terus mengembangkan persahabatan dan ikatan yang kuat antara kedua negara kita,” demikian disampaikan PM Mark Rutte.
Sebelumnya sejumlah kepala negara dan perwakilan kepala negara sahabat telah menyampaikan selamat kepada Prabowo Subianto. Salah satunya Matthew Miller, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS seperti dilansir laman Kedutaan Besar AS untuk Indonesia, tertanggal 15 Februari 2024.
“Kami mengucapkan selamat kepada rakyat Indonesia atas partisipasi yang kuat dalam pemilihan hari ini (14 Februari 2024). Suara ini adalah bukti ketangguhan dan kekuatan komitmen rakyat Indonesia terhadap proses demokrasi dan lembaga-lembaga pemilihan umum. Kami menantikan pengumuman hasil resmi pemilihan oleh Komisi Pemilihan Umum,” demikian disampaikan Miller.
Disampaikan Miller, di tahun ini pula, saat Amerika Serikat merayakan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara, pihaknya berharap dapat bekerja sama dengan Presiden terpilih.
“Kami berharap untuk bekerja sama dengan Presiden terpilih Indonesia berikutnya dan pemerintahnya, serta badan legislatif, dalam menghadapi prioritas bersama yang menguntungkan rakyat kedua negara, termasuk mengatasi perubahan iklim, memastikan keamanan dan kemakmuran Indo-Pasifik, dan menjaga stabilitas internasional,” tutur Miller.
Pada Kamis (15/2/2024), sejumlah kepala negara menelepon dan mengucapkan selamat kepada Prabowo lewat akun medsosnya. Mereka adalah Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese, PM Singapura Lee Hsien Loong, PM Malaysia Anwar Ibrahim, dan Presiden SrilankaRanil Wickremesinghe, serta PM Ceko Petr Fiala.

