Data Inflasi Penting Segera Dirilis, Wall Street Terseret di Zona Merah
NEW YORK, Investortrus.id – Pasar saham Amerika Serikat (AS) melemah pada penutupan perdagangan Rabu waktu AS atau Kamis (29/02/2024) WIB. Indeks utama Wall Street berada di zona merah.
Baca Juga
S&P 500 dan Nasdaq Menguat Tipis, Investor Wall Street ‘Wait and See’
Saham-saham Wall Street berguguran karena investor menantikan laporan inflasi utama AS yang akan dirilis akhir pekan ini.
Indeks S&P 500 turun 0,17% ditutup pada 5.069,76. Sedangkan Nasdaq Composite turun 0,55% menjadi 15.947,74. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average terkoreksi 23,39 poin (0,06%) menjadi 8.949,02 dan mencatat kerugian hari ketiga berturut-turut.
Saham UnitedHealth anjlok 3% sehingga menyeret Dow Jones ke zona merah. Sedangkan saham Intel dan Alfabet jatuh masing-masing 1,7% dan 1,8%. Saham Urban Outfitters terpangkas 12,8% setelah melaporkan hasil yang lebih lemah dari perkiraan untuk kuartal keempat.
Investor menantikan data pengeluaran konsumsi pribadi untuk Januari pada Kamis (29/2/22024), yang merupakan ukuran inflasi pilihan The Fed.
“Pasar tidak banyak bergerak menjelang laporan PCE,” kata Jay Hatfield, CEO di Infrastructure Capital Advisors, seperti dikutip CNBC.
Pasar tengah mencoba untuk melanjutkan keuntungan yang membawa Dow Jones dan S&P 500 ke rekor tertinggi. Namun minggu ini, pasar mengalami kesulitan, dan sedikit mundur. Indeks-indeks utama sedang menuju minggu negatif kedua dalam tiga minggu terakhir.
Kemerosotan yang terjadi baru-baru ini, khususnya di sektor teknologi, telah menimbulkan pertanyaan tentang bertahannya reli yang dipicu oleh euforia atas kecerdasan buatan.
“Hype AI tidak berkelanjutan karena sebagian besar keuntungan saham yang terlihat karena AI adalah tentang pemasaran AI dan hype tersebut. Hanya satu atau dua perusahaan yang benar-benar mengalami peningkatan pendapatan tertentu dari AI,” kata David Bahnsen, kepala investasi di The Bahnsen Group.
Jika ada demam AI dan jumlahnya banyak, menurut Bahnsen, bisa jadi ini seperti déjà vu tahun 1999.
Baca Juga
Wall Street Rontok Awal Pekan, Investor Tunggu Rilis Data Inflasi Utama

