Dolar dan Yield Obligasi AS Menguat, Harga Emas Tertekan
NEW YORK, Investortrust.id – Menguatnya mata uang dolar dan naiknya yield obligasi AS membuat harga emas berjangka melemah pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB).
Baca Juga
Sambut Positif Keputusan The Fed, Emas Menguat 5 Sesi Beruntun
Dolar AS mencapai level tertinggi 10 bulan sebagai respons terhadap peringatan Federal Reserve pekan lalu bahwa suku bunga AS akan tetap tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.
Emas di pasar spot turun 0,5% pada $1,915.61 per ounce, sementara emas berjangka AS ditutup 0,5% lebih rendah pada $1,936.6.
“Fed yang sedikit hawkish dan bank sentral global saat ini menekan emas,” kata Everett Millman, kepala analis pasar di Gainesville Coins, sebagaimana dikutip dari CNBC internasional.
Millman memperkirakan harga akan diperdagangkan antara $1.910 dan $1.950 untuk sisa kuartal ini.
Emas berjangka terangkat 6,00 dolar AS atau 0,31 persen menjadi 1.945,60 dolar AS pada Jumat (22/9/2023), setelah anjlok 27,50 dolar AS atau 1,40 persen menjadi 1.939,60 dolar AS pada Kamis (21/9/2023). Pada Rabu, emas naik 13,40 dolar AS atau 0,69 persen menjadi 1.967,10 dolar AS.
Indeks dolar pada Senin (25/9/2023) memperpanjang kenaikan sejak minggu lalu, mencapai level tertinggi sejak November. Dolar yang lebih kuat menghambat pembelian komoditas-komoditas dalam mata uang dolar, termasuk emas, oleh pemegang mata uang lainnya.
Dolar menguat setelah The Fed pekan lalu memproyeksikan kenaikan suku bunga sebesar seperempat poin persentase pada akhir tahun, meskipun mempertahankan suku bunga untuk September di pertemuan kebijakan pada Rabu.
The Fed telah menaikkan suku bunga sebanyak 11 kali antara Februari 2022 dan Juli 2023, menambahkan total 5,25 poin persentase ke suku bunga dasar dari sebelumnya yang hanya sebesar 0,25 persen.
Ketua Fed Powell mengatakan pada konferensi pers pekan lalu bahwa bank sentral tidak tergoyahkan dalam upayanya untuk mengembalikan inflasi ke target jangka panjang sebesar 2,0 persen dari level saat ini sebesar 3,7 persen.
Powell menyebut siap untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut, jika diperlukan. "Fakta bahwa kami memutuskan untuk mempertahankan suku bunga kebijakan pada pertemuan ini tidak berarti kami telah memutuskan bahwa saat ini kami telah atau belum mencapai kebijakan moneter yang kami inginkan."
Baca Juga
Meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah AS juga melemahkan harga emas.
Perekonomian AS yang tangguh terus menekan emas. Kenaikan harga emas masih terbatas karena para pengambil kebijakan Federal Reserve terus mempertahankan sikap hawkish untuk pertemuan kebijakan moneter mendatang.
Investor dengan hati-hati memantau kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) berikutnya pada November, sambil menunggu laporan produk domestik bruto (PDB) AS yang akan dirilis pada Kamis (28/9/2023).
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember merosot 45,90 sen atau 1,93 persen, menjadi 23,385 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober jatuh 16,60 dolar AS atau 1,78 persen, menjadi 917,50 dolar AS per ounce.
Baca Juga
Harga Emas Batangan Antam Hari Ini: Beli dan Jual Turun Rp 1.000

