Dow Jones dan S&P 500 Tembus Rekor Baru, Wall Street Catat Pekan Gemilang
NEW YORK, Investortrust.id – Pasar saham Amerika Serikat (AS) mayoritas menguat pada penutupan perdagangan Jumat waktu AS atau Sabtu (24/02/2024).
Baca Juga
Saham Teknologi ‘Megacap’ Dongkrak Wall Street, S&P 500 Ditutup di Atas 5.000
S&P 500 stabil setelah mencapai rekor. Investor Wall Street menutup minggu ini dengan kinerja tinggi dan gemilang.
S&P 500 naik tipis 0,03% menjadi 5.088,80. Sebelumnya, indeks pasar luas menembus di atas 5.100 untuk pertama kalinya. Dow Jones Industrial Average bertambah 62,42 poin, atau 0,16%, juga mencapai rekor baru dan ditutup pada level tertinggi sepanjang masa di 39,131.53. Nasdaq Composite kehilangan 0,28% menjadi ditutup pada 15,996.82, tetapi telah mencapai level tertinggi baru dalam 52 minggu di awal sesi.
Ketiga indeks utama mencatatkan minggu-minggu kemenangan. S&P 500 naik 1,66%, sedangkan Nasdaq yang padat teknologi naik 1,4% minggu ini. Dow naik 1,3% untuk periode yang sama.
“Pertanyaannya, apakah investor dapat menggoyahkan momentum ini? Kita telah mencapai kemajuan begitu cepat. Mungkin tidak masuk akal untuk mengejar momentum seperti itu,” kata Charlie Ripley, ahli strategi investasi senior di Allianz Investment Management, seperti dikutip CNBC internasional.
“Jelas, kita belum melihat momentum yang cukup besar seperti yang kita dapatkan dari saham-saham teknologi... Saya pikir hal ini menimbulkan beberapa risiko dalam kaitannya dengan arah pergerakan indeks pada akhirnya, karena jelas semuanya diutamakan pada saham-saham teknologi,” tambahnya. .
Saham Nvidia melonjak karena hasil kuartalan yang kuat, membuat pembuat chip tersebut sempat melampaui valuasi $2 triliun. Pada hari Kamis, S&P 500 mengalami hari terbaiknya sejak Januari 2023, sedangkan Nasdaq Composite melonjak hampir 3% untuk sesi terbaiknya sejak Februari 2023. Dow yang terdiri dari 30 saham naik sekitar 1,2%.
Di sisi pendapatan perusahaan, Block melonjak 16,1% setelah pendapatan kuartal keempat melampaui perkiraan Wall Street. Carvana naik 32,1% setelah pengecer mobil bekas tersebut memperkirakan unit ritel akan tumbuh pada tahun 2024.
Baca Juga

