Putin: Ada Pecahan Granat pada Korban Jatuhnya Pesawat Prigozhin
JAKARTA, Investortrust.id - Pecahan granat tangan ditemukan dalam tubuh korban yang tewas dalam kecelakaan pesawat yang menewaskan kepala pasukan bayaran Rusia Wagner Group, Yevgeny Prigozhin.
Demikian disampaikan Presiden Rusia, Vladimir Putin dalam keterangannya kepada media setempat, yang dikutip LBC.co.uk. Sepuluh orang, termasuk kepala kelompok pasukan bayaran Wagner, Prigozhin, tewas.
Baca Juga
Vladimir Putin menambahkan bahwa para ahli tidak menemukan indikasi bahwa pesawat itu mengalami "dampak eksternal" atau serangan dari luar pesawat.
Putin juga mengatakan bahwa penyelidikan masih berlanjut, tetapi tidak menyebutkan penyebab kecelakaan tersebut.
Namun, pernyataannya tampaknya mengisyaratkan bahwa pesawat itu jatuh karena ledakan granat yang tidak disengaja.
Prigozhin yang kerap disebut sebagai ‘Koki Putin’ mencuat namanya setelah percobaan pemberontakan terhadap Kementerian Pertahanan Rusia yang gagal. Pemberontakan dilakukan Prigozhin pada bulan Juni 2023 lalu dianggap sebagai sebuah tantangan paling serius bagi Presiden Rusia.
Baca Juga
Persis dua bulan setelah pemberontakan gagal terjadi, pesawat yang membawa Prigozhin dan para letnan terbaiknya, serta kru jatuh pada tanggal 23 Agustus 2023 saat terbang dari Moskow ke St. Petersburg.
Saat itu muncul tuduhan Prigozhin dibunuh, klaim yang telah disangkal oleh Kremlin. Jurubicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan tuduhan tersebut adalah "kebohongan total".
"Saat ini, tentu saja, banyak spekulasi mengenai kecelakaan pesawat dan kematian tragis penumpang pesawat, termasuk Yevgeny Prigozhin," katanya saat itu.

